TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sampah plastik dan potongan kayu tampak mengapung di sekitar kapal-kapal yang sandar di Dermaga Pelabuhan Rakyat Sorong, Papua Barat Daya.
Kondisi ini terlihat jelas di sela-sela badan kapal dan tali tambat, sehingga mencemari perairan di kawasan pelabuhan.
Pantauan Tribunsorong.com di lokasi, sampah mengapung didominasi kantong plastik, botol bekas minuman, serta serpihan kayu yang terbawa arus dan tertahan di pinggir kapal.
Baca juga: Lonjakan Arus Balik, Tiket Ekonomi dan VIP Kapal Sorong-Waisai Habis Terjual
Air laut di sekitar dermaga tampak kehijauan dan dipenuhi limbah, meski aktivitas bongkar muat kapal tetap berlangsung.
Sejumlah warga dan pekerja pelabuhan mengaku kondisi tersebut bukan hal baru.
Sampah kerap menumpuk, terutama saat air pasang atau ketika angin mendorong limbah ke area dermaga.
“Hampir setiap hari sampah ada di sini. Kalau tidak dibersihkan, lama-lama makin banyak,” ujar Septian seorang warga yang ditemui di sekitar pelabuhan, Sabtu (3/1/2026).
Warga lainnya menyayangkan kondisi pelabuhan yang seharusnya menjadi salah satu wajah kota Sorong, namun masih dipenuhi sampah laut.
Menurut mereka, selain mengganggu pemandangan, sampah tersebut juga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan biota laut.
“Pelabuhan ini salah satu pintu wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Raja Ampat tapi yang terlihat justru sampah plastik mengapung,” keluh Rajab warga lainnya.
Masyarakat berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait, baik pengelola pelabuhan maupun pemerintah daerah, untuk melakukan pembersihan rutin di perairan dermaga serta meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan. (tribunsorong.com/angela cindy)