Kepergok ART! Niat Jahat Pelaku Pembunuhan Anak 9 Tahun Putra Maman Suherman Sebelum Ditangkap
January 03, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Pelaku pembunuhan anak 9 tahun putra dari politisi PKS Maman Suherman akhirnya tertangkap pada Jumat (2/1/2026).

Pelaku berinisial HA, seorang pria berusia 30 tahun yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

Potret dirinya terpampang dari foto yang diunggah melalui status WhatsApp asat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.

Dalam foto tersebut, HA tampak duduk di lantai lobi Mapolres Cilegon mengenakan kaus hitam dan celana hitam, dengan tangan terborgol menggunakan dua tali ties.

Niat Jahat HA Sebelum Ditangkap

Sebelum diringkus polisi, HA ternyata sudah menyimpan niat jahat.

Baca juga: Sosok HA Pelaku Pembunuh Bocah 9 Tahun Anak Maman Suherman, Ditangkap saat Incar Rumah Pejabat Lain

ANAK MAMAN SUHERMAN DIBUNUH - Kolase potret pelaku dan anak Maman Suherman yang dibunuh
ANAK MAMAN SUHERMAN DIBUNUH - Kolase potret pelaku dan anak Maman Suherman yang dibunuh (Tribunnews.com/Istimewa)

Hal itu terbukti lantaran ia ditangkap ketika sedang melancarkan aksi kriminal lain.

HA ditangkap ketika tengah mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri.

Fakta ini seperti disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

“Iya (ditangkap saat mencuri di sebuah rumah di Cilegon),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/1/2026).

Aksi pencurian yang dilakukan HA diketahui oleh ART yang bekerja di rumah tersebut.

Sang ART lantas meminta bantuan warga untuk melapor ke pihak kepolisian.

Kapolsek Cilegon Kota Kompol Firman Hamid mengatakan, sebelumnya anggota piket Polsek Cilegon dan BKO Brimob menerima laporan adanya pencurian di rumah Roisyudin Sayuri.

ART yang mengetahui aksi AH panik dan berupaya kabur.

Pelaku sempat berusaha mengejar, namun ART berhasil keluar dari samping rumah.

Ia kemudian mendapat pertolongan dari warga sekitar yang segera melapor ke kepolisian.

Baca juga: Orang Terdekat Dicurigai Jadi Pembunuh Anak Maman Suherman, Susno Duadji Peringatkan Satu Hal

Polisi datang dan melakukan penyisiran ke setiap ruangan dan bagian rumah.

ANAK MAMAN SUHERMAN - Kolase potret rumah mewah Maman Suherman dan sang putra yang jadi korban pembunuhan
ANAK MAMAN SUHERMAN - Kolase potret rumah mewah Maman Suherman dan sang putra yang jadi korban pembunuhan (Youtube/Tribunnews)

Beruntung HA ditemukan dan langsung diamankan.

Mengaku Membunuh Anak Maman Suherman

Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh anak Maman Suherman inisial A yang masih berusia 9 tahun.

Sebagaimana diketahui, peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/12/2025) lalu.

Namun hingga kini HA telah ditangkap, polisi belum membeberkan identitas detail pelaku serta motif yang membuatnya tega membunuh anak kecil.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan berjanji akan mengungkap informasi lebih detail ketika menggelar konferensi pers resmi.

“Nanti (disampaikan) pada saat ekpos resmi,” ujar dia.

Kondisi Maman Suherman

Seiring berjalannya penyelidikan, kondisi Haji Maman Suherman pasca-tragedi ini mulai terungkap.

Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Partai, Nurul Amalia, menyampaikan bahwa ayah korban masih diliputi kesedihan mendalam.

"Ayah korban tentu saja masih berduka karena kehilangan anaknya," ujar Nurul dalam acara Sapa Indonesia Pagi yang tayang di Kompas TV, Senin (22/12/2025).

Nurul menambahkan, PKS tetap mengawal proses penyidikan dan mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Jejak Orang Dalam di Balik Pembunuhan Anak Dewan PKS Maman Suherman, Susno Duadji: Bukti Saintifik

"Kami masih mempercayakan kepada penyidik ya, kepolisian yang sudah melakukan penyelidikan sesuai dengan mekanisme."

Lebih lanjut, Nurul menjelaskan bahwa delapan orang telah diperiksa terkait motif kasus ini, namun pihaknya masih menunggu hasil resmi penyidik.

"Informasinya sudah ada 8 orang yang diperiksa, terkait dengan motif dan lain-lain, terus siapa pelakunya kami juga masih menunggu karena ini memang belum dirilis oleh penyidik sebagai hasil penyelidikan untuk menentukan siapa sebenarnya pelaku dan apa motifnya," kata Nurul Amalia, dikutip dari Tribunnews.com.

Selain itu, Nurul berharap kasus ini segera diungkap agar masyarakat tidak salah informasi.

Pihak PKS juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyidikan agar motif dan identitas pelaku bisa segera terungkap.

"Ini kan penting ya agar proses penyidikan dilakukan secara transparan, profesional, dan segera disampaikan ke publik gitu apa motifnya, terus kemudian siapa pelakunya," tutur Nurul. (Tribun Trends/GPS)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.