Hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan masyarakat menghadapi tantangan Artificial Intelligence (AI) di era perubahan yang sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian, maka ASN Kemenag tidak sekadar menjadi penonton tapi mampu memberi warna substansi AI.
“Hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” kata Menag Nasaruddin Umar saat Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80 di Jakarta, Sabtu.
Upacara diikuti pejabat Eselon I dan II, serta ASN kantor pusat Kementerian Agama. Ikut juga dalam upacara, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama.
Menag mengatakan ASN harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus dikawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Menag minta setiap ASN mampu bertransformasi menjadi pribadi yang agile, lincah, dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas.
“Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman,” kata Menag.
Menurut Menag, sejarah mencatat nilai agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia. Baitul Hikmah pada abad pertengahan pernah menjadi pusat intelektual global, bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan.
“Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini,” katanya.
HAB ke-80 Kementerian Agama mengangkat tema, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Menag mengajak jajaran Kementerian Agama untuk menyatukan tekad melanjutkan semangat Kemenag Berdampak dalam aksi nyata untuk kemajuan bangsa.







