Pengakuan Holis Dimaki-maki Istri, Anak, Mantu dan Keponakan Kades Usai Posting Jalan Rusak
January 04, 2026 02:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jabar - Pengakuan pria Holis Muhlisin (31) diduga diintimidasi keluarga kepala desa (kades) karena postingannya soal jalanan desa rusak.

Tak tanggung-tanggung, keluarga kades yang terdiri atas istri, anak, menantu serta keponakannya kompak memaki-maki Holis. Mereka tidak terima atas unggahan jalan rusak Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hal ini terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Holis diinterogasi dan dimaki-maki dengan nada tinggi oleh keluarga kades. 

"Iya betul itu adalah saya, kejadiannya tanggal 27 Oktober 2025, kemudian saya posting di Facebook 31 Desember 2025," ujarnya melalui sambungan telepon dengan TribunJabar, Sabtu (3/1/2025) malam.

Ia menuturkan, peristiwa tersebut bermula saat dirinya hendak bertemu dengan seseorang di wilayah desanya untuk membicarakan urusan akun Facebook.

Namun, singkat cerita pertemuan itu ternyata dilakukan di halaman rumah sang kepala desa yakni di Kampung Pasircamat.

"Padahal urusan saya dengan teman soal akun Facebook palsu sudah selesai, tapi tiba-tiba ada beberapa keluarga kepala desa yang mengintimidasi saya," ungkapnya.

Intimidasi itu ucapnya, dilakukan oleh empat orang. Yakni istri kepala desa, anak kepala desa, menantu kepala desa, serta keponakan kepala desa.

Holis mengaku sempat mendapatkan kekerasan berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya.

"Saya sebagai korban tidak enak, digituin sama orang lain. Saya melakukam (posting video) untuk kemajuan desa," ucapnya.

Dalam video yang diunggahnya Holis terlihat dimaki-maki keluarga kepala desa, diantara mereka bahkan mengucapkan kalimat hinaan terhadap korban.

Holis terlihat hanya bisa terdiam, sementara dua laki-laki dan satu perempuan terus memaki-makinya.

"Video itu direkam oleh teman saya yang sebelumnya janjian dengan saya," ungkapnya.

Dipanggil BPD untuk Klarifikasi

Sebelumnya pada tanggal 14 Oktober, ia juga mengaku sempat dipanggil oleh Badan Permusyawatan Desa (BPD) Panggalih untuk mengklarifikasi unggahannya di Facebook soal jalan rusak.

Dalam pertemuan tersebut, kata Holis, BPD mengingatkan dirinya agar mengkritik secara santun dengan tidak menyebutkan nama desa.

"Sebetulnya saya juga takut pas upload, tapi saya ingat kata Pak Gubernur agar mengunggah pembangunan di desa," tandasnya.

Tribunjabar.id telah mencoba melakukan konfirmasi terkait peristiwa tersebut melalui Badan Permusyawatan Desa (BPD), hingga Minggu malam yang bersangkutan belum memberikan respons. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.