Puncak Arus Balik Nataru Diprediksi Terjadi 4 Januari, Contraflow Disiapkan di Tol Trans Jawa
Tribun January 04, 2026 02:38 AM

Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan dan PT Jasa Marga mematangkan persiapan menghadapi puncak arus balik libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026 yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kesiapan tersebut dipastikan dalam pemantauan langsung di Command Center Korlantas Polri Km 29 Tol Jakarta–Cikampek, Sabtu (3/1/2026), yang dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga selaku Kaopsus Operasi Lilin 2025, serta Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan kondisi arus lalu lintas hingga saat ini masih terkendali. Namun, jajaran telah menyiapkan berbagai skenario pengendalian untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus balik.

"Sejak kemarin kami bersama Pak Dirut Jasa Marga sudah mempersiapkan arus balik yang diperkirakan terjadi tanggal 4. Strategi alih arus, termasuk kemungkinan contraflow serta pengendalian di rest area, sudah kami siapkan,” ujar Agus.

Menurutnya, potensi kepadatan diperkirakan terjadi pada pertemuan arus kendaraan dari Trans Jawa, Bandung, dan Sumatra, khususnya di sekitar KM 66 Tol Jakarta–Cikampek. Karena itu, seluruh jajaran disiagakan untuk menjaga kelancaran arus balik.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyampaikan hingga Sabtu pukul 14.00 WIB tercatat sekitar 2,7 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta atau setara 93 persen dari total proyeksi.

"Dari sisi arus balik, kendaraan yang sudah kembali masuk ke Jakarta mencapai sekitar 2,5 juta. Masih terdapat selisih sekitar 190 ribu kendaraan yang diperkirakan akan menjadi puncak arus balik pada tanggal 4 (Januari - red)," kata Rivan.

Ia menjelaskan, dari kendaraan yang kembali ke Jakarta tersebut, sebanyak 53 persen berasal dari arah Jawa Barat melalui Tol Cipularang, sementara 47 persen lainnya dari Trans Jawa. Kondisi ini menunjukkan potensi peningkatan arus balik dari Trans Jawa pada Minggu.

"Jika terjadi kepadatan, contraflow dari KM 70 sampai KM 47 sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Nataru.

Ia berharap hingga puncak arus balik, perjalanan masyarakat tetap berlangsung aman dan lancar.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan informasi lalu lintas dan cuaca agar perjalanan kembali ke rumah berjalan dengan selamat,” ujar Dudy.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.