Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Arus balik mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Terminal Tipe A Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), masih terpantau cukup tinggi hingga Senin (5/1/2026).
Terminal Tipe A Malalayang merupakan salah satu Terminal dengan pengawasan dan pengendalian langsung dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara yang berlokasi di Kota Manado.
Terminal Tipe A Malalayang melayani para penumpang yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai Daerah di Pulau Sulawesi, diantaranya dengan rute Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota (Angkot), serta pelayanan Angkutan Perintis (DAMRI).
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Malalayang, Bram Takumansang, mengatakan pergerakan penumpang dan armada bus masih signifikan.
Baik untuk kedatangan maupun keberangkatan dari terminal tersebur.
Berdasarkan data produksi angkutan Nataru dari H+3 hingga H+7, sebanyak 141 unit bus tiba di Terminal Malalayang dengan jumlah penumpang mencapai 1.936 orang.
Sementara itu, untuk keberangkatan, tercatat 294 unit bus dengan total 4.659 penumpang.
Selanjutnya, pada periode H+7 hingga H+10, jumlah kedatangan meningkat menjadi 209 unit bus dengan 4.172 penumpang.
Sedangkan keberangkatan tercatat sebanyak 431 unit bus dengan total 7.042 penumpang.
Bram menyebut, khusus pada hari Senin, pergerakan penumpang dan bus masih terdeteksi dalam kondisi terjangkau dan terkendali
Meski begitu, aktivitas tetap terpantau padat.
“Pergerakan penumpang masih cukup signifikan dan kemungkinan dalam pekan ini masih ada penambahan armada serta calon penumpang, baik yang datang maupun berangkat,” ujar Bram.
Ia menjelaskan, rute favorit pada arus balik Nataru tahun ini didominasi tujuan Manado–Palu dan sebaliknya.
Selain itu, rute Manado–Gorontalo juga mengalami peningkatan.
Baca juga: Arus Balik Nataru 2026, Pemudik Tujuan Gorontalo hingga Palu Ramai di Terminal Malalayang Manado
“Biasanya Gorontalo hanya dua sampai tiga unit bus, sekarang bisa sampai lima unit per hari,” jelasnya.
Untuk angkutan AKDP DAMRI, lanjut Bram, jumlah armada juga mengalami penambahan dari tiga menjadi empat unit.
Selain itu, terdapat tambahan dua unit bus pariwisata untuk mengakomodir lonjakan penumpang.
Bram memperkirakan puncak arus balik akan berakhir pada Kamis pekan ini.
Seiring berakhirnya pergerakan penumpang dari dan menuju Gorontalo serta Palu.
Di akhir keterangannya, Bram mengimbau kepada seluruh masyarakat dan calon penumpang agar tetap waspada selama perjalanan.
“Kami mengimbau juga kepada sopir agar tetap fokus saat berkendara dan penumpang menjaga barang bawaannya agar tidak tertinggal,” pesannya.
Ia juga menambahkan, ke depan pihak terminal akan melakukan penataan yang lebih tertib.
Mulai dari pengaturan parkir, operasional PO bus, hingga penyediaan fasilitas ruang tunggu penumpang yang lebih layak. (pet)