AS Pertimbangkan Ambil Alih Greenland dari Denmark dengan Opsi Militer, karena Dampaknya
January 07, 2026 11:44 PM

Adapun Denmark telah memperingatkan kalau tindakan militer AS di Greenland dapat menghancurkan aliansi NATO

PROHABA.CO - Amerika Serikat dan aliansi keamanan NATO dikenal sangat dekat, bahkan menjadi bagian dari yang tak terpisahkan.

Tapi, dengan getolnya rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump ingin mengambil alih Greeland dari Denmark berpotensi hancurnya jalinan hubungan tersebut. 

Apalagi Trump dilaporkan mempertimbangkan beberapa opsi untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.

Kondisi yang membuat Denmark dan NATO was-was, seperti yang diungkapkan pihak Gedung Putih AS pada Selasa (5/1/2026) opsi pengambilalihan Greenland itu termasuk menggunakan kekuatan militer.

Wacana AS ini terjadi di tengah ketegangan baru-baru ini terkait wilayah Arktik tersebut.

Adapun Denmark telah memperingatkan kalau tindakan militer AS di Greenland dapat menghancurkan aliansi NATO.

Banyak pihak menilai, opsi pengambilalihan Greeenland merupakan lanjutan dari langkah agresif Trump di tahun keduanya menjabat sebagai presiden AS pada periode kedua. 

Baca juga: Kenapa Greenland Penting untuk Dunia Internasional?, Ini Penjelasannya

Baca juga: Venezuela Perintahkan Buru Pengkhianat yang Bantu AS Tangkap Presiden Maduro

Sebelum ini, AS sudah melancarkan operasi militer di mana pemimpin Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan Caracas dibom.

"Setelah Maduro, Trump tampaknya mengalihkan perhatiannya ke Greenland sekali lagi, menghidupkan kembali kontroversi panjang mengenai kedaulatan pulau tersebut," tulis ulasan WN, Rabu (7/1/2026).

Prioritas keamanan nasional

Jika narkoterorisme menjadi alasan menculik Maduro dan mengambil alih sementara Venezuela, untuk kasus Greenland, AS memiliki pembenaran yang berbeda.
 
Sekretaris Pers Presiden AS, Karoline Leavitt, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada AFP kalau mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional untuk mencegah musuh AS seperti China dan Rusia.

“Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa memperoleh Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik,” kata Leavitt.

“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” tambahnya.

Baca juga: Donald Trump Mau Ambil Alih Gaza, Begini Sikap Resmi Pemerintah Indonesia dan Beberapa Negara Lain

Denmark telah memperingatkan bahwa setiap langkah militer untuk merebut Greenland akan berarti “semuanya akan berhenti”, termasuk NATO.

REBUTAN GREENLAND DENMARK DAN AMARIKA
REBUTAN GREENLAND. - Foto merupakan tangkap layar dari YouTube Global News yang diambil pada Selasa (11/2/2025), menunjukkan Greenland diselimuti salju. Presiden AS Donald Trump telah mengintensifkan retorikanya mengenai Greenland, sebuah wilayah yang secara resmi merupakan bagian dari Denmark.(Tangkap layar dari YouTube Global News)

Pasal 5 dari Perjanjian Organisasi Atlantik Utara menyatakan bahwa setiap serangan terhadap negara-negara anggotanya akan dianggap sebagai serangan terhadap semua negara.

Ini berarti setiap tindakan militer AS terhadap Greenland akan mengakibatkan runtuhnya NATO.

Para pejabat Denmark dan Greenland mendesak diadakannya pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berupaya untuk bertemu dengan pejabat Trump tersebut, tetapi "sejauh ini belum memungkinkan."

Baca juga: Ronaldo Kirim Pesan ke Trump Lewat Jersey: Playing for Peace, Begini Respons Presiden AS

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyatakan bahwa pertemuan dengan Rubio seharusnya "dapat mengklarifikasi beberapa kesalahpahaman."

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen telah berulang kali menekankan bahwa negara kepulauan itu tidak untuk dijual, dan menambahkan bahwa hanya 57.000 penduduknya yang berhak menentukan nasib negara tersebut.

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan kalau Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa pilihan yang disukai Trump adalah membeli Greenland dari Denmark. 

Rubio menambahkan kalau wacana opsi penggunaan kekuatan militer tersebut tidak menandakan kalau invasi AS segera terjadi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.