Misteri Luka di Kaki Evia Maria, Ungkap Perlakuan Dosen UNIMA, Berusaha Melawan saat Dilecehkan?
January 08, 2026 03:06 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Perlahan namun pasti, misteri di balik kematian Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang meninggal secara tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, mulai terungkap.

Informasi terbaru mengungkap dugaan bahwa Evia sempat dibawa ke sebuah kuburan oleh seorang oknum dosen, DM.

Di lokasi tersebut, DM diduga berniat melakukan hal yang tidak pantas.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu saksi yang memenuhi panggilan Polda Sulawesi Utara pada Rabu (7/1/2026).

"Pada tanggal 29 Desember 2025, pukul 6 sore, dia melihat Maria masuk ke dalam kos. Dia bertanya, ‘Kenapa kamu menangis, Maria?’ Jawab Maria, ia diturunkan oleh dugaan oknum dosen ini di pinggir jalan dekat lorong," kata Kuasa Hukum keluarga, Niczem Alfa Wengen, kepada Tribun Manado di depan ruang PPA Polda Sulut, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Tangis Evia Maria, Curhat ke Saksi Dibawa Oknum Dosen ke Pekuburan, Diturunkan di Pinggir Jalan

Wengen menambahkan, saksi tersebut terus menanyakan kondisi Maria, terutama luka yang terlihat di kakinya.

"Katanya oknum dosen itu ingin melakukan hal tidak baik pada dirinya, dan almarhumah dibawa ke pekuburan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wengen mengungkapkan bahwa pihak keluarga menghadirkan empat saksi dalam pemeriksaan di kepolisian, termasuk dua orang tua korban.

"Dua lagi pihak yang melihat secara langsung peristiwa dugaan pelecehan oleh oknum dosen inisial DM," katanya. 

Antonius, ayah dari Evia sangat berharap kasus tersebut diungkap agar keluarga beroleh keadilan. 

Ayah, ibu dan adik dari Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal dunia tak wajar di kosnya di Tomohon, tiba di Mapolda Sulut untuk memberi keterangan terkait penyidikan kematian anaknya, Rabu (7/1/2026) sore. 

Antonius dan Sofia, ayah dan ibu Evia, terlihat masih agak letih. 

Keduanya baru saja turun dari kapal. 

Mustinya kapal itu tiba lebih cepat. 

Namun terkendala cuaca. 

Meski masih agak "jetlag", keduanya tetap bersemangat memberi keterangan demi mencari fakta kematian putri mereka. 

Di sela - sela menanti waktu pemeriksaan putrinya di ruang PPA Polda Sulut, Sofia bercerita banyak tentang sang anak.

Pesan terakhir Evia selalu ia kenang dalam kalbu. 

"Saat menelepon saya selalu ia katakan mama tinggal satu langkah lagi, banyak berdoa, kita akan wisuda, kita akan kase kebanggaan pa mama, deng mama ba langsing supaya pas baju saat kita wisuda," katanya. 

Latar belakang penuh optimistis itulah, yang membuat pihak keluarga tak yakin anaknya bunuh diri. 

Keluarga Evia didampingi kuasa hukum Niczem Alfa Wengen. 

Niczem turun full time. 

Ia didampingi 9 kuasa hukum lainnya. 

Baca juga: Isi Rekaman Video di Mobil Dosen UNIMA, Keluarga Evia Maria Serahkan Polda Sulut, Bukti Chat Terkuak

DOSEN UNIMA VIRAL - Kematian Evia Maria Mangolo mahasiswi UNIMA viral usai munculnya surat pengaduan korban mengungkap dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen. Alumni UNIMA ikut bongkar borok pelaku.
DOSEN UNIMA VIRAL - Kematian Evia Maria Mangolo mahasiswi UNIMA viral usai munculnya surat pengaduan korban mengungkap dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen. Alumni UNIMA ikut bongkar borok pelaku. (Istimewa/Threads)

Bawa Bukti

Pihak kuasa hukum keluarga Evia, mahasiswi Unima yang tewas tak tak wajar di tempat kos di Tomohon, mendatangi Polda Sulut, Selasa (6/1/2026). 

Amatan Tribunmanado.com, tim kuasa hukum bersama keluarga awalnya mendatangi ruang SPKT. 

Kemudian tim bergerak ke bagian PPA.

Kuasa hukum pihak keluarga Niczem Alfa Wengen mengatakan, kedatangan mereka untuk menyerahkan bukti dugaan pelecehan oknum Dosen Unima berinisial DM kepada penyidik Polda Sulut. 

"Ini sebagai bahan tambahan bagi penyidik untuk mengambil keterangan pada saksi - saksi," katanya. 

Ia menyatakan, bukti yang dibawa, salah satunya berupa chatingan grup dimana almarhum beber keterangan terkait dugaan pelecehan oleh oknum DM. 

Selain sebagai bahan penyelidikan, beber dia, bukti diajukan karena hingga kini DM masih mengelak telah melakukan pelecehan. 

"Terinformasi DM masih mengelak," katanya. 

Wengen menuturkan, pihaknya bertekad mengusut tuntas kasus ini agar keadilan dapat diberikan untuk keluarga. 

(TribunTrends/TribunManado)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.