TRIBUNNEWSMAKER.COM - Komika Pandji Pragiwaksono menyinggung tiga nama mantan jenderal Polri dalam pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk Mens Rea.
Roasting tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian penonton.
Mens Rea sendiri merupakan special stand-up comedy ke-10 yang dipersembahkan Pandji sepanjang kariernya sebagai komika.
Pertunjukan ini digelar megah di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat.
Sebanyak 10.000 penonton memadati arena pada 30 Agustus 2025 lalu.
Kini, pertunjukan yang mengangkat isu-isu politik dengan balutan humor tajam itu dapat disaksikan secara resmi di Netflix tanpa sensor.
Dalam Mens Rea, Pandji mengulas sejumlah figur kontroversial dari institusi kepolisian.
Tiga mantan jenderal Polri yang disorot adalah Teddy Minahasa Putra, Ferdy Sambo, dan Dharma Pongrekun.
Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah sosok Teddy Minahasa Putra.
Pandji secara terbuka me-roasting mantan Kapolda Sumatra Barat tersebut di atas panggung.
Dalam materinya, Pandji membongkar kasus narkotika yang menjerat Teddy Minahasa Putra.
Baca juga: Reaksi Berkelas Gibran Usai Disebut Mata Ngantuk, Tunjukkan Aksi Bak Bungkam Pandji: Selalu Bangkit
Ia mengungkap kesaksian seorang perempuan yang disebut sebagai mitra Teddy dalam bisnis narkoba.
Menurut cerita tersebut, Teddy bahkan sempat dipanggil oleh bandar narkoba di Taiwan.
"Dia (bandar narkoba Taiwan) ngomong, 'Irjen Teddy Minahasa, ini semua narkotika mau saya jual di Indonesia boleh nggak?'," kata Pandji, seperti dikutip Tribunnews pada Selasa (6/1/2026).
Pandji lalu melanjutkan dengan menirukan jawaban Teddy berdasarkan pengakuan saksi.
"Menurut keyakinan si mbak ini, Irjen Teddy Minahasa jawab, 'setengah dari narkoba ini boleh lu jual, tapi gua minta persenan dari situ, setengah dari persenan itu bakal gue sita karena gue pengin dapat jabatan dari situ.'"
Candaan Pandji semakin tajam ketika ia menyoroti motif di balik pernyataan tersebut.
"Gila. Bayangin, dari narkoba ini setengah dia dapet duit, setengah dapet jabatan. Jahat nggak?" ujar Pandji.
Teddy Minahasa Putra diketahui merupakan mantan perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua.
Ia bukan pensiun, melainkan diberhentikan tidak dengan hormat dari Polri.
Pemecatan tersebut terjadi setelah Teddy terjerat kasus jual beli narkoba sitaan jenis sabu seberat 5 kilogram.
Pada 2022, Teddy divonis hukuman penjara seumur hidup.
Jabatan terakhirnya di kepolisian adalah sebagai Kapolda Jawa Timur.
Sebelumnya, ia juga sempat menjabat Kapolda Sumatra Barat pada 2021.
Teddy Minahasa Putra lahir di Minahasa, Sulawesi Utara, pada 23 November 1971, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1993.
Baca juga: Pandji Banjir Kecaman Usai Singgung Mata Ngantuk Gibran, Mahfud MD Turun Tangan: Tenang, Saya Bela
Ferdy Sambo juga turut terkena roastingan dari Pandji Pragiwaksono.
Setelah membawakan materi tentang Teddy Minahasa, Pandji turut menyebut nama Ferdy Sambo dengan dalih tidak semua polisi seperti Teddy Minahasa.
"Tapi teman-teman kita mesti adil, nggak semua polisi seperti Irjen Teddy Minahasa, ada juga yang kayak Ferdy Sambo," ucapnya.
Ferdy Sambo adalah mantan Kadiv Propam Polri tahun 2020 hingga 2022.
Pangkat terakhir Ferdy Sambo di Polri sama seperti pangkat Teddy, yakni Irjen.
Ia juga dipecat secara tidak hormat atau PTDH sebagai Pati Polri pada 19 September 2022.
Ferdy Sambo dipecat karena terlibat kasus pembunuhan berencana ajudannya sendiri yang bernama Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Ferdy Sambo lahir di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada tanggal 9 Februari 1973.
Ia memiliki istri yang bernama Putri Candrawathi.
Sambo dan Putri mempunyai empat orang anak yang bernama Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, Tribrata Putra Sambo, Datia Sambo, dan Arka.
Ferdy Sambo adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Dharma Pongrekun juga diroasting Pandji Pragiwaksono.
Dharma disebut calon gubernur indie oleh Pandji karena tidak ada partai politik mana pun yang mengusungnya untuk maju di Pilgub Jakarta 2024.
"Siapa di sini yang nggak pernah denger nama Dharma Pongrekun? Bersyukurlah. Bersyukurlah kalau dalam hidup Anda tidak pernah ada nama Dharma Pongrekun," kata Pandji.
"Beliau ini adalah calon gubernur DKI Jakarta Pilkada 2024. Calon independen. Nggak ada yang ngajak dia. Pengin aja."
"Abang (Dharma Pongrekun) diusung partai mana? 'Saya pengin.' Indie dia. Cagub indie," jelasnya.
Pandji juga menyebut Dharma Pongrekun tidak takut dengan Covid-19 dan tidak mau divaksin Covid-19.
"Dharma Pongrekun tidak takut Covid-19. Dia pernah diwawancarai di YouTube-nya Merry Riana," kata Pandji.
"Merry Riana nanya ke Dharma Pongrekun, 'Bapak, saya denger nggak vaksin ya?' 'Nggak usah takut sama yang begitu-begitu'," ujarnya.
Dharma Pongrekun resmi pensiun dari Polri pada tahun 2024.
Pangkat terkahirnya adalah Komisaris Jenderal atau Komjen atau jenderal bintang tiga.
Jabatan terakhirnya di Polri yakni Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Dalam kariernya, Dharma Pongrekun pernah menduduki posisi strategis sebagai Wakil Kepala BSSN.
Ia tercatat aktif menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN pada Juli 2019 hingga Oktober 2021.
Dharma lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 12 Januari 1966.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum.
(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews)