TRIBUNMANADO.CO.ID - Markas Polresta Sitaro adalah salah satu yang terdampak cukup parah dalam musibah banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Tribun Manado mendatangi Mapolres Sitaro pada Rabu (7/1/2025) sore, saat hujan masih agak deras.
Bangunan yang berada persis di di bawah perbukitan di Desa Paseng, Kecamatan Siau Timur ini, nampak porak poranda.
Kerusakan berat dialami dua gedung utama berlantai dua.
Jendela beserta kaca, pintu, hingga ventilasi udara di lantai satu bangunan itu banyak yang hancur.
Semua ruangan yang ada di dalamnya terisi pasir dan lumpur.
Beberapa ruangan terdapat lumpur hingga setinggi lutut orang dewasa.
Meja, kursi hingga lemari tak ada yang luput.
Semuanya berubah menjadi barang rongsokan. Berkas-berkas juga rusak.
Sementara di samping gedung, terdapat tumpukan batu-batu berukuran besar.
Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi menyebut, markasnya ikut terdampak banjir pada Senin 5 Januari sekitar pukul 02.30 Wita.
"Saya cukup kaget dan memang syok dengan peristiwa ini," ujar dia saat ditemui di lokasi.
Ia datang dengan mobil polisi bersama dua anggotanya. Ia mengenakan pakain dinas lengkap.
Kapolres menuturkan, saat banjir terjadi tidak ada aktivitas lagi di Mapolres.
Hampir semua personel termasuk dirinya sedang di lapangan ikut membantu masyarakat yang terdampak banjir.
Kapolres menyebut, ini kali pertama Mapolres mengalami kerusakan cukup parah.
"Jadi setiap lantai satu itu, dari lantai satu beserta mebelernya (perabot) hancur semua," terang dia.
Empat orang anggota yang sedang piket turut jadi korban dalam peristiwa ini.
Mereka saat terjadinya peristiwa sedang berada di gedung belakang.
Namun air yang cukup deras mengalir bercampur lumpur dan pasir menyeret keempat personel Polres Sitaro itu hingga ke gedung depan.
"Karena mereka tidak menyangka, mereka akan terbawa oleh air. Dari gedung belakang itu bisa terseret sampai di depan sini. Tetapi, puji syukur, Alhamdulillah, mereka masih bisa selamat meski mengalami luka cukup serius. Saat ini masih dirawat," ungkap AKBP Iwan.
Usai kejadian itu, AKBP Iwan langsung menghubungi pihak Polda Sulut melaporkan kerusakan yang terjadi.
"Kami berkoordinasi dengan Polda, melihat letak dari Polres ini apakah masih layak untuk dipertahankan posisinya di sini. Ataukah akan dibangun di tempat baru," ujar dia.
Untuk sementara pelayanan di Polres Sitaro dipindahkan ke Polsek Siau Barat.
"Untuk sementara waktu memang untuk pelayanan agak terhenti. Tetapi, pelan-pelan kami pusatkan dulu di Polsek Siau Barat," kata dia.
Total ada 206 unit bangunan yang ikut terdampak banjir bandang di Siau, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.
Dari jumlah tersebut 30 rumah dilaporkan hilang terbawa banjir.
Ada 52 rumah rusak berat, 29 rumah rusak sedang dan 89 lainnya rusak ringan.
Sementara kantor pemerintahan dilaporkan satu yang alami kerusakan yakni Markas Polres Sitaro.
Selain itu kerusakan juga dialami satu unit bengkel, satu kios dan Tiga bangunan sekolah.
Diketahui, banjir bandang terjadi di beberapa wilayah Pulau Siau pada Senin (5/1/2026) dini hari, sekitar pukul 02.45 Wita.
Bencana alam ini terjadi setelah daerah tersebut dilanda hujan dengan intensitas tinggi.
Air dengan volume besar bercampur material batu, lumpur, tanah, serta kayu meluap dan menerjang permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.
Baca juga: Banjir Bandang Sitaro, 206 Bangunan Rusak dan 17 Warga Meninggal, Berikut Rincinya