Percakapan Saksi dan Evia Mahasiswi Unima Sebelum Ditemukan Meninggal di Tomohon, Korban Menangis
January 08, 2026 08:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Proses pengungkapan terhadap kasus kematian Evia mahasiswi UNIMA terus berlangsung.

Tak hanya pihak kepolisian saja, bahkan keluarga dan kuasa hukum terus mengumpulkan bukti lain terkait kematian Evia.

Mereka menyerahkan kepihak kepolisan bukti yang mereka dapatkan.

Baca juga: Pengakuan Saksi Lihat Evia Maria Mangolo Menangis dan Luka Kaki Sebelum Ditemukan Meninggal di Kos

Pihak kuasa hukum keluarga Evia, mahasiswi Unima yang tewas tak tak wajar di tempat kos di Tomohon, mendatangi Polda Sulut, Selasa (6/1/2026). 

Amatan Tribunmanado.co.id tim kuasa hukum bersama keluarga awalnya mendatangi ruang SPKT. 

Kemudian tim bergerak ke bagian PPA.

Kuasa hukum pihak keluarga Niczem Alfa Wengen mengatakan, kedatangan mereka untuk menyerahkan bukti dugaan pelecehan oknum Dosen Unima berinisial DM kepada penyidik Polda Sulut. 

"Ini sebagai bahan tambahan bagi penyidik untuk mengambil keterangan pada saksi - saksi," katanya. 

Ia menyatakan, bukti yang dibawa, salah satunya berupa chatingan grup di mana almarhum beber keterangan terkait dugaan pelecehan oleh oknum DM. 

Selain sebagai bahan penyelidikan, beber dia, bukti diajukan karena hingga kini DM masih mengelak telah melakukan pelecehan. 

"Terinformasi DM masih mengelak," katanya. 

Wengen menuturkan, pihaknya bertekad mengusut tuntas kasus ini agar keadilan dapat diberikan untuk keluarga. 

Korban sempat dibawa ke kuburan

Perlahan tapi pasti, misteri kematian Evia, mahasiswi UNIMA yang meninggal dunia tak wajar di tempat kos di Tomohon terungkap. 

Ternyata, Evia diduga sempat dibawa ke kuburan oleh oknum dosen DM.

Di sana, DM diduga ingin melakukan hal yang tidak baik. 

Hal ini diungkap salah satu saksi yang memenuhi panggilan Polda Sulut, Rabu (7/1/2026). 

"Pada tanggal 29 Desember 2025, pukul 6 sore, dia melihat Maria masuk ke dalam kos, dia bertanya kenapa kamu menangis Maria, jawab Maria ia diturunkan oleh dugaan oknum dosen ini di pinggir jalan dekat lorong," katanya. 

Ia bercerita, saksi terus bertanya. Ia menanyakan mengapa Maria menangis dan ada luka di kakinya. 

"Katanya oknum dosen itu ingin melakukan hal tidak baik pada dirinya, dan almarhumah dibawa di pekuburan," katanya. 

Ungkap dia, pihaknya menghadirkan empat orang saksi dalam pemeriksaan di polisi. 

Dua di antaranya orang tua korban

"Dua lagi pihak yang melihat secara langsung peristiwa dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen inisial DM," katanya. 

Antonius, ayah dari Evia sangat berharap kasus tersebut diungkap agar keluarga beroleh keadilan. 

Ayah, ibu dan adik dari Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal dunia tak wajar di kosnya di Tomohon, tiba di Mapolda Sulut untuk memberi keterangan terkait penyidikan kematian anaknya, Rabu (7/1/2026) sore. 

Antonius dan Sofia, ayah dan ibu Ecia, terlihat masih agak letih. Keduanya baru saja turun dari kapal. 

Mustinya kapal itu tiba lebih cepat. 

Namun terkendala cuaca. 

Meski masih agak "jetlag", keduanya tetap bersemangat memberi keterangan demi mencari fakta kematian putri mereka. 

Di sela - sela menanti waktu pemeriksaan putrinya di ruang PPA Polda Sulut, Sofia bercerita banyak tentang sang anak.

Pesan terakhir Evia selalu ia kenang dalam kalbu. 

"Saat menelepon saya selalu ia katakan mama tinggal satu langkah lagi, banyak berdoa, kita akan wisuda, kita akan kase kebanggaan pa mama, deng mama ba langsing supaya pas baju saat kita wisuda," katanya. 

Latar belakang penuh optimistis itulah, yang membuat pihak keluarga tak yakin anaknya bunuh diri. 

Keluarga Evia didampingi kuasa hukum Niczem Alfa Wengen. 

Niczem turun full time. 

Ia didampingi 9 kuasa hukum lainnya. (ART)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.