TRIBUNNEWS.COM - Chelsea dan Everton kian mempertegas hobinya sebagai tim yang gemar mengoleksi kartu merah. Sementara itu, Manchester City mulai kehabisan bensin di jalur perburuan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026.
Itulah rentetan cerita penuh drama yang mewarnai hasil Liga Inggris pekan ke-21, Kamis (8/1/2025) dinihari tadi.
Tercatat ada delapan laga digelar, diantaranya melibatkan Manchester City, Manchester United, hingga Chelsea.
Menariknya, empat tim yang menyandang predikat "Big Six Tradisional" gagal menang pada waktu bersamaan.
Duo Manchester kompak bermain imbang, Chelsea dan Tottenham pulang tanpa poin dari kandang lawannya.
Baca juga: 4 Laga Tandang Beruntun yang Bikin Arsenal Cetak Sejarah Langka di Sepak Bola Inggris
Drama tak kalah menarik tersaji di St James Park.
Tepatnya saat Newcastle menang dramatis atas Leeds United dengan skor 4-3, usai tertinggal tiga kali.
Lalu, dua hasil laga lain yang melibatkan Crystal Palace vs Aston Villa dan Everton vs Wolves berakhir seri.
Berikut ini beberapa catatan yang perlu anda ketahui tentang hasil Inggris tadi malam yang dirangkum Tribunnews dari Opta hingga Squawka.
Laga pekan ke-21 seakan justru menjadi momen bagi Chelsea dan Everton meneruskan kebiasaan buruknya.
Baik Chelsea dan Everton lagi-lagi melalukan tindakan ceroboh, yang membuat wasit mengeluarkan kartu merah.
Dimulai dari Chelsea. Keputusan ceroboh Marc Cucurella saat melanggar Harry Wilson di kotak penalti, membuat dirinya harus keluar lapangan, setelah wasit menghadiahi pemain Spanyol itu kartu merah.
Diusirnya Cucurella jelas menjadi pukulan telak bagi Chelsea, apalagi momen kartu merah itu didapatnya menit ke-22.
Benar saja, keluarnya Cucurella membuat Chelsea hilang kendali dan akhirnya kalah dengan skor 2-1 di markas Fulham.
Bagi Chelsea, kartu merah Cucurella kian mempertegas status Chelsea sebagai tim yang tidak disiplin musim ini.
Bayangkan saja, baru di pekan ke-21, Chelsea sudah merasakan kondisi bermain dengan 10 pemain sebanyak lima kali, setelah pemainnya diusir keluar karena diganjar kartu merah.
Jumlah lima kartu merah yang diterima pemain Chelsea musim ini, kini hanya berselisih satu kartu merah saja dengan kondisi The Blues pada musim 2006/2007 yang menjadi musim dimana klub tersebut paling banyak menerima hadiah kartu merah dalam satu musim penuh.
Situasi identik juga dirasakan Everton saat timnya mendapat dua kartu merah ketika bermain imbang melawan Wolves dengan skor 1-1 di kandang sendiri, dinihari tadi.
Diusirnya Michael Keane (83') dan Jack Grealish (89') karena kartu merah, tak hanya membuat Everton bermain dengan 9 pemain saja, dan akhirnya cuma bisa meraih hasil imbang.
Melainkan juga mempertegas status Everton sebagai tim paling hobi meraih dua kartu merah dalam satu laga dalam sejarah Liga Inggris.
Wajar saja status tersebut diukir Everton, karena tim tersebut sudah merasakan situasi yang sama sebanyak 9 kali.
Newcastle United dan Bournemouth menjadi dua tim yang mampu menciptakan keajaiban di menit akhir, dinihari.
Dikala kemenangan terasa mustahil untuk diraih, Newcastle dan Bournemouth seakan melawan takdir tersebut.
Contohnya Newcastle yang menciptakan salah satu comeback heroik melawan Leeds United di St James Park.
Tertinggal tiga kali dari Leeds United, nyatanya tak membuat Newcastle patah arah, untuk mencari cara memenangkan laga di depan pendukungnya sendiri.
Ketika papan skor menunjukkan kedudukan 2-3 pada menit ke-90 untuk keunggulan Leeds United.
Newcastle mampu membalikkan skor menjadi 4-3 di menit kritis, dengan mencetak dua gol telat lewat Bruno Guimaraes (90+1) serta Harvey Barnes (90+12').
Khusus gol kemenangan yang dicetak Barnes, gol tersebut membuat namanya tercatat sebagai pencetak gol paling telat dalam sejarah Liga Inggris, yakni tepatnya menit 111.48.
Hal sama juga berlaku bagi Bournemouth yang mencetak gol kemenangan lewat Antoine Semenyo menit ke-94.
Pemain yang dipastikan akan segera pindah ke Manchester City itu seakan mampu menciptakan momen perpisahan yang layak kepada Bournemouth, dengan mencetak gol kemenangan melawan Tottenham di detik terakhir laga.
Menurut Opta, Semenyo mencetak gol telat kemenangan paling terlambat kedua dalam sejarah Bournemouth, setelah Luis Sinisterra pernah melakukan hal sama melawan Everton pada Agustus 2024 di menit ke-96.
Rentetan hasil imbang yang diraih Manchester City dalam tiga laga terakhir secara beruntun, seakan menjadi tanda The Citizens kena mental di jalur perburuan gelar juara musim ini.
Tiga laga yang seharusnya bisa dimenangkan, justru malah berakhir dengan catatan negatif, yakni hasil imbang.
Setelah sebelumnya hanya bisa bermain imbang melawan Sunderland (0-0) dan Chelsea (1-1), Manchester City lagi-lagi meraih hasil imbang saat menjamu Brighton di kandang sendiri.
Sempat memimpin terlebih dahulu lewat gol Erling Haaland, Manchester City gagal mempertahankan keunggulan, setelah gawangnya dibobol oleh Kauro Mitoma.
Skor imbang 1-1 akhirnya mewarnai hasil laga Manchester City vs Brighton di Stadion Etihad, dinihari tadi.
Bagi Manchester City, tiga hasil imbang beruntun jelas menjadi pukulan telak bagi mereka.
Manchester City yang awalnya hanya berjarak dua poin saja dengan Arsenal pada pekan ke-18, kini terancam tertinggal delapan angka dari Arsenal di pekan ke-21, dengan catatan The Gunners menang atas Liverpool, dinihari nanti.
Dengan jarak poin yang semakin melebar, peluang Manchester City untuk mengejar Arsenal jelas menipis.
Selain harus bangkit dan lebih konsisten di jalur kemenangan, The Citizens juga perlu berharap agar Arsenal terpeleset dalam banyak pertandingan di sisa laga kompetisi musim ini.
Hal itu tentu tidak mudah, apalagi Arsenal tidak mudah dikalahkan musim ini.
Disisi lain, Manchester City punya jadwal lebih sulit dibandingkan Arsenal di paruh kedua musim ini.
Jika Arsenal sudah bertandang ke markas Chelsea, Liverpool, hingga Manchester United.
Manchester City justru belum.
Dengan kondisi badai cedera yang baru-baru ini menghantam Manchester City, kesempatan The Citizens untuk menyalip Arsenal seperti musim 2022/2023 dan 2023/2024 di tikungan akhir kompetisi, tampaknya tidak besar.




















(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)