Alat Berat dan Lima Truck Angkut Tumpukan Sampah di Pasar Wonomulyo Polman 
January 08, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pemerintah Kecamatan Wonomulyo mengerahkan satu unit alat berat dan lima truck angkut tumpukan sampah di Kompleks Pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (8/1/2026).

Sampah tersebut 15 hari tidak diangkut, akibatnya menumpuk diperkirakan hingga 18 ton.

Alasan pemerintah kecematan, pengangkutan terkendala cuaca.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, pengangkutan tumpukan sampah ini sudah berlangsung dua hari.

Baca juga: 18 Ton Sampah Menggunung di Pasar Wonomulyo Polman, Pedagang Minta Solusi ke Bupati

Baca juga: Pemkab Anggarkan Rp9 Miliar untuk Tangani Sampah di Polman Gaji Petugas Hingga BBM Armada Pengangkut

Satu unit alat berat loader dikerahkan angkut sampah ke truk.

Lima truck secara bergantian diisi sampa.

Sampah itu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Balanipa.

Pemerintah kecamatan juga kerahkan mobil damkar siram air lindi yang sangat busuk.

Petugas juga memasang box kontainer di kompleks pasar untuk menampung sampah.

"Sejak kemarin dibersihkan," kata Camat Wonomulyo, Samiaji kepada wartawan di lokasi.

Ia menjelaskan, lima truk sampah itu, tiga milik pemerintah Kecamatan Wonomulyo.

Sementara dua milik DLHK Polman.

Samiaji mengatakan, sampah baru bisa diangkut karena jalan menuju TPA sudah kering.

"Ya petugas di lapangan liat kondisi jalan menuju ke TPA di Balanipa itu, sudah tidak licin, memungkinkan untuk dilalui," ungkapnya.

Dia menambahkan, pengangkutan sampah ini sempat disaksikan ketua DPRD Polman, Fahry Fadly bersama kepada DLHK Polman Jumadil.

Para pejabat sempat mendatangi lokasi tumpukan sampah dan mengerahkan petugas untuk lakukan pembersihan.

Kelurahan Pedagang Pasar Wonomulyo

Mereka meminta Bupati Polman Samsul Mahmud turun ke lokasi mencari solusi masalah yang terus berulang ini

Tumpukan berbagai jenis sampah masih terlihat di area pelataran depan pasar di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo.

Baca juga: 7 Ton Sampah Diangkut dari Anjungan Pantai Manakarra Usai Malam Tahun Baru, DLHK: Masih Ada 10 Ton

Petugas kebersihan sempat turun mengangkut sebagian sampah ke tiga armada pengangkut.

Meski begitu, sejumlah warga juga berdatangan membuang sampah saat petugas meninggalkan lokasi.

"Maunya bupati turun melihat langsung, supaya tahu masalahnya," kata salah satu pedagang, Aminah kepada wartawan.

Dia menyayangkan lantaran pemerintah tak kunjung menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah sampah yang sudah lama ini. 

Padahal, para pedagang di pasar ini rutin membayar iuran kebersihan sebesar Rp 2.000 per hari.

Dengan harapan penanganan sampah berjalan lancar, tidak lagi menumpuk di kompleks pasar.

Petugas Damkar Polman siram air lindi dari tumpukan sampah di Pasar Wonomulyo
SAMPAH - Petugas Damkar Polman siram air lindi dari tumpukan sampah di Pasar Wonomulyo, Kamis (8/1/2026).

Aminah mengaku keberadaan tumpukan sampah berdampak pada pendapatan pedagang.

"Berpengaruh sama pendapatan karena orang tidak mau lewat kalau banyak sampah, padahal kita semua pedagang yang ada di sini tiap hari bayar iuran sampah," ungkapnya.

Disebutkan sampah menumpuk di pelataran pasar sebagian besar limbah rumah tangga dari daerah lain yang sengaja dibuang di pasar.

Terkadang warga marah ketika ditegur karena terpergok buang sampah di tempat ini.

Pedagang meminta pengelola pasar untuk menyiapkan penjaga. 

Agar tak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan di area pasar.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.