Populer Sulut: Kisah Korban Selamat Banjir Bandang Sitaro, Pengungsi Masih Butuh Bantuan
January 08, 2026 05:32 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) pada awal Januari 2026 masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak.

Di balik bencana tersebut, terungkap berbagai kisah haru dan perjuangan warga terdampak untuk bertahan hidup.

Salah satunya dialami Suyatna Lohonaumang (42), warga Kampung Batusengo, yang nyaris kehilangan nyawa bersama cucunya, Razia, bayi berusia 7 bulan. Mereka sempat terseret lumpur, bebatuan, dan derasnya arus banjir bandang pada Senin (5/1/2026) dini hari.

Sementara itu, proses penyaluran bantuan bagi para korban terdampak banjir bandang di Siau masih terus berlangsung hingga hari ketiga pascabencana, Kamis (8/1/2026).

Aktivitas dapur umum di Museum Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur, tampak ramai dengan petugas yang menyiapkan kebutuhan logistik bagi warga.

Tak hanya warga, aparat kepolisian juga ikut terdampak.

Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi mengungkapkan markas kepolisian yang ia pimpin turut dihantam banjir bandang.

Bahkan, empat anggota yang sedang piket dilaporkan ikut terseret arus saat kejadian.

1. Cerita Suyatna, Korban Banjir Bandang Siau Sitaro yang Selamat dari Maut, Sempat Dihantam Batu Besar

Suyatna Lohonaumang (42) merupakan salah satu korban bencana banjir bandang yang melanda Kampung Batusengo, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin 5 Januari 2026 dini hari.

Suyatna Lohonaumang dan cucunya bernama Razia, berusia 7 bulan, nyaris tewas setelah terseret lumpur, batu, dan derasnya arus banjir bandang.

Dalam kesaksiannya, Suyatna Lohonaumang, menceritakan detik-detik mencekam saat bencana terjadi. 

Saat itu, ia terbangun dan langsung memeluk erat cucunya ketika angin kencang menerjang rumah mereka.

“Saya tabangun terus sementara peluk cucu. Setelah angin, menyusul batu dan lumpur, kami berdua terguling-guling kemungkinan agak lama,” kata Suyatna Lohonaumang.

Situasi semakin memilukan ketika sebuah batu besar menghantam Suyatna Lohonaumang.

Alhasil bayi Razia pun terlepas dari pelukan Suyatna Lohonaumang.

“Anak terlepas waktu ada batu menghantam kami. Saya bilang dalam hati, anak ini so hilang di dalam lumpur,” katanya Kamis 8 Januari 2026.

Namun di tengah kepanikan dan keputusasaan, ia masih mendengar tangisan kecil dari balik lumpur.

Baca selengkapnya

2. Pengungsi Banjir Bandang Siau Sulut Masih Butuh Alat Mandi dan Pakaian, Erna: Kalau Makanan Banyak

Penyaluran bantuan kepada para korban terdampak banjir bandang di Siau, Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), masih berlangsung hingga hari ketiga pasca bencana, Kamis (8/1/2026). 

Pantauan TribunManado.com di dapur umum yang berada di Museum Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur, ramai dengan aktivitas petugas.

Tampak, tiga tenda besar berdiri di halaman Museum Ulu Siau. 

Petugas berbaju loreng, terlihat sibuk menanak nasi.

Dari museum inilah, semua makanan akan di antar ke semua lokasi pengungsian.

Selain di Museum Ulu Siau, makanan akan disalurkan kepada para pengungsi yang berada di Gereja Advent Bahu Kecamatan Siau Timur, Gereja GPKAI Peling Siau Barat, Gereja Bethabara Paseng, Sibar, Gmist Bethel Peling, serta di rumah-rumah warga tempat para pengungsi berada.

Ismawati Tinahu (47) salah seorang pengungsi dari Peling, Siau Timur menuturkan untuk saat ini makanan sangat cukup bahkan lebih.

"Yang belum cukup itu pakaian dan alat mandi. Yang lain seperti kasur dan lain-lain sudah ada," ujar Ismawati saat ditemui di Museum Ulu Siau.

Baca selengkapnya

3. Cerita Kapolres Sitaro Iwan Permadi yang Markasnya Dihantam Banjir Bandang, 4 Anggota Piket Terseret

AKBP Iwan Permadi bercerita tentang momen tak terlupakan saat banjir bandang menerjang Markas Polres Sitaro, di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat.

Saat terjadinya peristiwa, Senin 5 Januari 2025 sekitar pukul 02.30 WITA, ia sedang berada di rumah.

Yang ada di lokasi hanya empat anggota Polres Sitaro sedang piket jaga. Keempat anggota itu ikut jadi korban. Mereka terseret banjir hingga ke bagian depan Mapolres.

Walhasil, evakuasi pun dilakukan. Semuanya menderita luka serius hingga harus dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara, Markas Polres Sitaro sebagian besar dalam kondisi rusak parah.

Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.