TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Warga Kota Pekanbaru patut mewaspadai potensi ancaman bencana Hidrometeorologi.
Pasalnya, BMKG memprediksi intensitas hujan masih berlangsung selama bulan Januari 2026.
"Puncaknya belum lewat. Masih ada kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi hingga akhir bulan ini," jelas Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, pemerintah kota sudah melakukan koordinasi dengan lintas intansi dalam upaya kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Seperti dengan BPNB serta kementrian terkait perihal antisipasi bencana hidrometeorologi.
"Kami juga sudah memastikan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bencana," paparnya.
Dirinya mengatakan bahwa satu posko kesiapsiagaan bencana sudah ada di Kecamatan Rumbai.
Posko lainnya bakal dibentuk di wilayah rawan bencana hidrometeoroligi lainnya.
"Rumbai itu wilayah yang luas dan rawan. Resikonya cukup besar karena banjir bukan hanya karena hujan tapi luapan dari Sungai Siak," ulasnya.
Markarius menyadari di kawasan Rumbai kenaikan air bisa merendam pemukiman warga.
Selain itu, kawasan di Kecamatan Tuah Madani juga menjadi perhatian.
"Kawasan ini rawan selepas hujan deras. Banyak ruas jalan yang terendam. Maka kita siagakan tim," ungkapnya.
Kota Pekanbaru juga sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeoroligi. Penetapan status ini berlangsung hingga 31 Januari 2026.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)