Panduan Olahraga Aman bagi Penderita Penyakit Jantung oleh Ahli
January 09, 2026 10:42 AM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM -Pertanyaan: Nah kalau olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung itu apa sih dok?Jawaban:dr. Mohammad Zakky Fanani, Sp.JP, FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh DarahRSUP Surakarta.Jadi, biasanya kita memiliki peresepan olahraga untuk orang-orang yang terkena penyakit jantung atau yang pernah menjalani terapi jantung.Biasanya, yang pertama kita lihat adalah frekuensi. Frekuensi yang paling baik umumnya sekitar 4 sampai 7 kali dalam seminggu. Minimal 4 kali seminggu sudah cukup untuk menjaga kesehatan jantung.Kemudian ada intensitas. Intensitas ini berkaitan dengan beban latihan, yang nantinya akan dihitung dan ditentukan oleh dokter jantung.Selanjutnya, kita melihat jenis resep latihannya, apakah cukup dengan jogging, lari, atau bisa melakukan aktivitas aerobik yang membutuhkan endurance (daya tahan) yang lebih tinggi.Kemudian waktu latihan juga perlu diketahui. Dalam olahraga, kita harus melakukan warming up (pemanasan) selama sekitar 5–10 menit, kemudian stretching (peregangan) selama 5–10 menit, baru setelah itu melakukan conditioning atau latihan inti.Pada tahap latihan inti inilah dokter jantung akan meresepkan berapa menit durasi latihan yang paling baik. Pada awalnya, mungkin cukup 5–10 menit, kemudian pada minggu berikutnya durasinya bisa ditingkatkan sekitar 10–20%. Biasanya peningkatan dilakukan sekitar 1–5 menit per sesi, dan dari situ akan terlihat seberapa mampu tubuh seseorang menerima terapi latihan tersebut.Perlu diketahui bahwa serangan jantung tidak dapat diprediksi, sehingga bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, sebelum melakukan aktivitas apa pun terutama yang meningkatkan metabolisme tubuh kita harus makan terlebih dahulu dengan asupan yang cukup.Saat ini dikenal istilah carbo-loading, yang intinya adalah memastikan tubuh mendapatkan asupan energi sebelum beraktivitas. Selain itu, asupan nutrisi seperti kalsium dan kalium juga penting karena berperan dalam kerja otot jantung.Intinya, kebutuhan nutrisi harus dicukupi terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga.Mengenai olahraga malam hari, biasanya karena tubuh sudah lelah setelah beraktivitas seharian, kemudian ditambah olahraga, sehingga justru menjadi semakin capek. Oleh karena itu, olahraga sebaiknya dilakukan saat tubuh sedang senggang dan tidak kelelahan.Malam hari sebaiknya digunakan untuk istirahat, dan yang terpenting adalah jangan memaksakan diri, karena yang paling mengetahui kondisi dan “alarm” tubuh kita adalah diri kita sendiri.Jika dipaksakan, hal tersebut akan membebani seluruh otot tubuh, termasuk otot jantung, sehingga ikut kelelahan.Itulah sebabnya, pada beberapa kasus, serangan jantung justru terjadi saat olahraga malam hari, dan yang sering disalahkan adalah waktu malamnya. Padahal, yang lebih penting adalah kondisi tubuh saat berolahraga.Jika seseorang pernah mengalami serangan jantung, maka ia harus rutin kontrol ke dokter jantung, bisa setiap bulan atau sesuai preferensi dokter, misalnya setiap 2–3 bulan sekali, dengan tetap mengkonsumsi obat secara teratur.Jika memiliki hipertensi (tekanan darah tinggi), maka obat darah tinggi harus diminum secara rutin. Jika obat tidak diminum tetapi tetap berolahraga, justru tekanan darah bisa semakin meningkat.Begitu juga jika memiliki diabetes mellitus (kencing manis), obat harus diminum secara teratur. Jika tidak, kadar gula darah akan semakin tinggi, dan saat berolahraga kondisi tubuh menjadi tidak stabil.(Tribun-Video.com)program : Healthy TalkHost : Melia IstighfarohPenulis naskah: Zefanya Gloria AnvanencyEditor Video :Tunggal Nur Hapsari (MAGANG)Uploader: Tri Hantoro======================================