Kapolres OKU Timur Pimpin Evakuasi Korban Banjir di Desa Nusa Jaya: Keselamatan Prioritas Utama
January 09, 2026 10:46 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Kamis (8/1/2026), menyebabkan air sungai meluap dan merendam pemukiman warga.

Desa Nusa Jaya menjadi wilayah yang terdampak paling parah dalam peristiwa tersebut.

Mendapatkan laporan adanya banjir, Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H. bergerak cepat turun ke lokasi dan memimpin langsung proses evakuasi warga beserta harta benda yang terdampak.

Langkah cepat tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat serta meminimalisir kerugian akibat banjir.

HIMBAUAN WASPADA -- Kondisi sekolahan di Kabupaten OKU Timur, saat musim hujan yang dapat menghambat aktivitas belajar siswa, Jumat (9/1/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur memastikan belum ada sekolah yang terdampak langsung, namun meminta satuan pendidikan tetap waspada.
HIMBAUAN WASPADA -- Kondisi sekolahan di Kabupaten OKU Timur, saat musim hujan yang dapat menghambat aktivitas belajar siswa, Jumat (9/1/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur memastikan belum ada sekolah yang terdampak langsung, namun meminta satuan pendidikan tetap waspada. (Disdikbud OKU Timur)

Kapolres OKU Timur juga menginstruksikan seluruh personel jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan membantu proses penyelamatan warga, evakuasi barang berharga, serta pengamanan lingkungan di wilayah terdampak.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan, baik evakuasi maupun kebutuhan dasar selama kondisi banjir,” tegas AKBP Adik Listiyono di sela-sela peninjauan lokasi.

Baca juga: Banjir Ganggu Akses Sekolah di Belitang III, Disdik OKU Timur Imbau Kewaspadaan Satuan Pendidikan

Selain memimpin langsung evakuasi, Kapolres OKU Timur bersama Ketua Bhayangkari Cabang OKU Timur dan jajaran Bhayangkari juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako.

Serta bantuan lain yang dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi darurat.

Upaya penanganan banjir ini turut melibatkan personel Polsek Belitang III, Brimobda Yon C, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Timur.

Baca juga: Aksi Heroik Babinsa dan Warga Selamatkan Satu Keluarga Terjebak Banjir di Belitang III OKU Timur

Seluruh unsur tersebut bersinergi melakukan evakuasi, pendistribusian bantuan, serta pemantauan situasi di lokasi banjir.

“Kolaborasi lintas instansi sangat penting dalam situasi bencana. Dengan sinergi yang baik, proses evakuasi dan penanganan warga terdampak dapat berjalan lebih cepat dan aman,” lanjut Kapolres.

Ada Aksi Heroik Babinsa

Aksi heroik ditunjukkan Sertu Gunarto, Babinsa Koramil 403-04/Belitang, Kodim 0403/OKU, saat mengevakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di Desa Karang Jadi, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kamis (8/1/2026) pagi.

Peristiwa dramatis tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah kendaraan Isuzu Panther yang melintas di jalan desa mendadak terjebak genangan banjir akibat luapan air yang menutup akses jalan.

Arus air yang cukup deras serta ketinggian banjir yang terus meningkat membuat para penumpang tidak dapat menyelamatkan diri secara mandiri.

Di dalam kendaraan terdapat tiga orang, yakni Hasan (37) selaku pengemudi, serta dua penumpang, Lilis (18) dan Wulan (18).

Kondisi kendaraan yang berada di tengah genangan air dengan arus kuat membuat situasi semakin berbahaya.

Mendapat laporan dari warga, Babinsa Desa Karang Jadi, Sertu Gunarto, langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Tanpa menunggu bantuan tambahan, ia segera melakukan upaya evakuasi dengan mempertaruhkan keselamatan diri di tengah derasnya arus banjir.

Dalam video evakuasi yang beredar, tampak suasana tegang di lokasi kejadian.

Sertu Gunarto bersama sejumlah warga bahu-membahu mendekati kendaraan yang terjebak, saling berpegangan di tali tambang untuk menjaga keseimbangan di tengah arus air. 

Teriakan koordinasi dan imbauan keselamatan terdengar jelas, sementara warga membantu memegangi korban saat satu per satu dievakuasi dari dalam kendaraan menuju tempat yang lebih aman.

Suasana tegang menyelimuti lokasi banjir saat arus air masih deras menggenangi permukiman warga.

Di tengah genangan setinggi dada orang dewasa, aparat TNI bersama warga setempat bergerak cepat mengevakuasi satu keluarga yang terjebak di dalam rumah.

Dengan penuh kehati-hatian, korban digendong dan dituntun menembus arus banjir, sementara warga sekitar membantu menjaga keseimbangan dan mengamankan jalur evakuasi.

Berkat kesigapan Babinsa dan bantuan masyarakat sekitar, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka serius.

Tangis haru dan rasa lega terlihat saat seluruh anggota keluarga berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Aksi ini menjadi gambaran nyata solidaritas dan kepedulian di tengah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

“Kami segera melakukan evakuasi setelah mendapat laporan dari warga. Alhamdulillah, seluruh korban berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat,” ujar Sertu Gunarto, Kamis (8/1/2026).

Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan mengingat posisi kendaraan berada di tengah genangan air dengan arus yang menyulitkan.

Namun, berkat pengalaman, kesiapsiagaan, dan kerja sama dengan warga, evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan lancar.

Banjir yang melanda Desa Karang Jadi merupakan dampak dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Belitang III sejak Rabu malam.

Luapan air menggenangi sejumlah ruas jalan dan permukiman warga, menghambat aktivitas masyarakat.

Aparat TNI bersama unsur terkait hingga kini terus melakukan pemantauan dan siaga di titik-titik rawan banjir guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan serta memastikan keselamatan warga.

Aksi cepat Babinsa tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran aparat TNI di tengah bencana dinilai memberikan rasa aman sekaligus bantuan nyata bagi warga terdampak.

Hasan (37), pengemudi kendaraan, mengaku panik saat air terus meninggi dan arus semakin deras.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa. Kalau tidak segera dievakuasi, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Alhamdulillah kami sekeluarga selamat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Lilis dan Wulan. Keduanya mengaku tidak menyangka evakuasi dapat dilakukan dengan cepat di tengah situasi darurat.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas keberanian serta kepedulian Babinsa yang telah menolong kami,” pungkasnya.

73 rumah terendam banjir

Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama aparat dan instansi terkait bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan warga.

Camat Belitang III, Sandra Bakti, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan sementara di lapangan, sedikitnya 73 rumah warga terdampak banjir.

Rinciannya meliputi 50 rumah di Desa Nusa Jaya, 5 rumah di Desa Nusa Bali, 6 rumah di Desa Ringin Sari, 5 rumah di Desa Karangsari, dan 7 rumah di Desa Nusa Tenggara.

“Kondisi paling parah memang terjadi di Desa Nusa Jaya. Namun alhamdulillah, seluruh warga terdampak sudah berhasil dievakuasi dengan aman dan dipastikan tidak ada korban jiwa,” ujar Sandra Bakti kepada Tribunsumsel.com, Kamis (8/1/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.