Wakil Bupati Maluku Tengah Launching Samudera UMKM, Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal
January 09, 2026 12:52 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Sebagai pilar perekonomian masyarakat, Usah Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah (Pemda)  Maluku Tengah.

‎Tepat Jumat (9/1/2026), Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata melaunching secara resmi Samudera UMKM yang berlokasi di pelataran Maplaz Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

‎Hadir dalam momen launching tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para sponsorship dan pengelola belasan UMKM di Kota Masohi.

‎Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata menegaskan Pemda Maluku Tengah mendorong sirkulasi ekonomi lokal melalui produk-produk UMKM. 

‎Tentu, Pemerintah Daerah Maluku Tengah menggandeng Samudera UMKM untuk mengembangkan usaha kecil di Kota Masohi.

‎"Karena mereka sudah memiliki pengalaman di bidang bisnis," ujar Wakil Bupati Mario.

‎Ia berharap bahwa pengalaman para pebisnis yang tergabung dalam Samudera UMKM bisa dibagikan kepada pedagang kecil di Kota Masohi.

Baca juga: Kebakaran Landa Kawasan Samping Masjid Raya Bula, Sejumlah Rumah Warga Terbakar

Baca juga: RSUD Masohi Tegaskan Tindakan Cabut Gigi ke Ibu YR Sudah Sesuai SOP

‎Ia juga memberi pesan kepada pihak perbankan yang hadir pada momen tersebut untuk membantu dalam hal modal usaha. 

‎"Karena moal usaha adalah pondasi penting dalam membangun sebuah usaha," tegas Maro.

‎Mario meminta agar pihak perbankan tidak mempersulit masyarakat yang hendak membuka usaha.

‎"Tadi disampaikan oleh pihak Bank BRI bahwa (modal usaha) Rp 100 juta tanpa agunan. Tetapi saya ingatkan lagi jangan sampai dana dibantu oleh bank tidak digunakan untuk prioritas (usaha), malah digunakan untuk hal lain," tegasnya.

‎Mario juga menitip pesan untuk para pelaku usaha agar memanfaatkan modal usaha sebaik mungkin.

‎Sekedar tahu, londisi ekonomi Maluku Tengah 2025 menunjukkan fluktuasi inflasi dengan beberapa bulan deflasi (penurunan harga) seperti Agustus 2025, namun juga inflasi year-on-year (y-o-y) yang bervariasi, didorong oleh harga pangan dan komoditas.

‎Sementara pertumbuhan ekonomi secara regional Maluku stabil di Triwulan III 2025 (4,31 persen y-o-y). 

‎Data BPS mencatat inflasi tertinggi di Maluku Tengah pada Januari 2025 (1,01 % y-o-y) dan September 2025 (3,09 % y-o-y), dengan komoditas penyumbang seperti bahan makanan, minuman, dan jasa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.