Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial memastikan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat menerima bantuan dana berlapis dari pemerintah, baik berupa santunan maupun dukungan pemulihan ekonomi.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa bantuan dana berupa santunan bagi korban meninggal dunia akan diberikan senilai Rp15 juta kepada ahli waris, sedangkan korban luka berat menerima bantuan Rp5 juta.

Selain santunan, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan isian rumah senilai Rp3 juta per keluarga. Bantuan ini ditujukan kepada korban bencana yang tinggal di hunian sementara, hunian tetap, rumah sewa, maupun yang kembali ke rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, seperti peralatan dapur dan perabotan yang diperlukan.

Dalam rangka pemulihan ekonomi pemerintah melalui Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan pemberdayaan senilai Rp5 juta per keluarga yang disalurkan satu kali setelah asesmen kebutuhan selesai dilakukan.

Saifullah menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan bantuan konsumsi berupa dukungan pembelian lauk-pauk senilai Rp450 ribu per orang, per bulan selama tiga bulan, yang disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.

"Misalnya, Rp450 ribu per satu keluarga, jumlah orangnya ada empat, maka kalau dikalikan berarti berapa itu? dapat Rp1,8 juta, lalu itu di berikan selama 3 bulan," kata dia.

Menurut dia, seluruh dana bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan setelah ke­daruratan untuk memastikan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera berjalan secara adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

"Tentu, sekali lagi, sekarang sudah berlangsung, proses sudah jalan, belum semuanya memang, tetapi skema bantuan sudah disiapkan, dan akan disalurkan secara bertahap, segera setelah datanya tuntas, setelah di acc, data korban diverifikasi dan divalidasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi," kata dia.