Misteri Penemuan Mayat Pelajar Bengkulu di Muara Sungai, Polisi Belum Temukan Unsur Pembunuhan
January 09, 2026 07:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Kasus penemuan mayat pelajar Bengkulu bernama Muhammad Phatih Dzulfikar (17) hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. 

Pelajar kelas X SMA Negeri 9 Kota Bengkulu tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa mengapung di muara Sungai Bengkulu, tepatnya di wilayah Kelurahan Pasar Bengkulu, pada Senin (29/12/2025). 

Hingga awal Januari 2026, pihak kepolisian mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. 

Baca juga: Identitas Mayat Pria Mengapung di Muara Bengkulu Terkuak, Ternyata Warga Rawa Makmur Pelajar SMA 9

Aparat masih mendalami apakah Phatih meninggal dunia akibat tercebur sendiri ke sungai atau terdapat unsur kesengajaan dari pihak lain. 

Penemuan mayat pelajar Bengkulu ini pun terus menjadi fokus penyelidikan Satreskrim Polresta Bengkulu.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif Yulam Lam, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi kuat yang mengarah pada dugaan pembunuhan. 

"Belum ada petunjuk hasil penyelidikan yang mengarah bahwa korban dibunuh," ungkap Sujud, Jumat (9/1/2026).

Menurut Sujud, informasi yang telah dikumpulkan sejauh ini masih belum cukup untuk menyimpulkan penyebab kematian korban. 

Oleh karena itu, kepolisian belum dapat memastikan apakah korban meninggal karena faktor kecelakaan atau adanya keterlibatan orang lain.

"Hasil penyelidikan sementara belum ada yang mengarah kalau dia itu dibunuh," ujar Sujud.

Sebelumnya berdasarkan hasil penelusuran sementara pihak kepolisian, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui menghabiskan waktu bersama teman-temannya dalam satu tongkrongan. 

Dalam pertemuan tersebut, korban dan rekan-rekannya disebut mengonsumsi minuman keras serta pil samcodin secara berlebihan hingga menyebabkan kondisi mabuk berat, dalam suasana tersebut sempat terjadi keributan antara korban dan temannya. 

Setelah keributan tersebut, korban tidak dibiarkan sendirian, teman-temannya mengantar Muhammad Phatih Dzulfikar pulang ke rumahnya sekitar pukul 23.30 WIB. 

Tak lama setelah masuk ke rumah, korban diketahui kembali keluar melalui pintu depan rumah tanpa berpamitan dengan orangtuanya. 

Sejak saat itu, keberadaan korban tidak lagi diketahui oleh pihak keluarga, hingga akhirnya, kabar duka datang ketika mayat pelajar Bengkulu tersebut ditemukan mengapung di muara Sungai Bengkulu 2 hari setelah korban menghilang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.