Pemkot Yogya Tambah 7 SPAB, Perkuat Kesiapsiagaan Sekolah Hadapi Potensi Bencana
January 10, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta berupaya memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi potensi bencana lewat program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). 

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot Yogyakarta bakal menambah pembentukan SPAB di 7 SD Negeri sekaligus pada tahun 2026.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, mengatakan, pembentukan SPAB di 2026 sudah direncanakan sampai 5 tahun ke depan. 

Tujuh SPAB tingkat SD 

Dalam pembentukan SPAB, BPBD Kota Yogyakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta.

"Jadi, di 2026 ini kita targetnya tujuh SD. Beberapa SD yang kita prioritaskan (SPAB) terlebih dahulu adalah SD-SD yang memang tingkat kerawanan berada di kawasan rawan bencana," katanya, Jumat (9/1/26).

Sebanyak 7 SD Negeri yang menjadi sasaran program SPAB itu meliputi SD Negeri Gedongkuning, SD Negeri Gedongtengen, SD Negeri Jetisharjo, SD Negeri Bumijo, SD Negeri Sindurejan, SD Negeri Balirejo, dan SD Negeri Tahunan. 

Iswari mengungkapkan, ketika sasaran ketujuh SD tersebut selesai di 2026, maka per tahun ini secara keseluruhan pihaknya sidah menyelesaikan SPAB di 21 SD Negeri.

Sarpras dan manajemen

Dijelaskan, pembentukan SPAB dimulai dengan pemberian materi terkait lingkungan sekolah yang aman, terutama sarana prasarananya, baik struktur bangunan, maupun petunjuk arah jalur evakuasi dan titik kumpul.

Kemudian, memanajemen kesiapsiagaan sekolah dan edukasi seperti pelatihan maupun simulasi bencana yang melibatkan guru sampai murid di sekolah.

"Ketika ada bencana sudah tahu siapa yang melakukan apa, siapa saja yang nanti terlibat. Jadi, mereka (sekolah) harus membentuk seperti tim siaga. Kemudian ada edukasi, tidak hanya untuk guru-guru saja, tapi juga murid terlibat," pungkasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.