TRIBUNNEWSMAKER.COM - Komika Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.
Laporan tersebut berkaitan dengan materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Materi komedi itu dinilai melampaui batas candaan dan dianggap menyentuh isu sensitif yang menyangkut organisasi keagamaan.
Pengaduan resmi terhadap Pandji didaftarkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2025).
Dalam laporan tersebut, Pandji diduga melakukan pencemaran nama baik melalui narasi yang disampaikan di atas panggung.
Sebagai bagian dari proses pelaporan, pihak pelapor turut menyerahkan barang bukti kepada penyidik.
Barang bukti tersebut berupa rekaman materi stand up comedy Pandji yang ditayangkan melalui salah satu platform digital.
Salah satu pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, diketahui merupakan Presidium Angkatan Muda NU.
Rizki menilai materi yang disampaikan Pandji tidak bisa lagi dianggap sekadar lelucon hiburan.
Menurutnya, isi materi tersebut mengandung unsur penghinaan dan berpotensi menimbulkan salah tafsir di masyarakat.
“Angkatan Muda NU kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” ujar Rizki dikutip dari Kompas TV.
Baca juga: Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi oleh NU Soal Materi di Mens Rea, Mahfud MD Pasang Badan!
Ia menegaskan bahwa pernyataan Pandji telah melukai perasaan warga NU, khususnya kalangan anak muda.
"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang," katanya dikutip dari program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).
Rizki menyebut, tudingan tersebut dinilai tidak berdasar dan mencoreng nama baik organisasi.
Ia pun menegaskan bahwa materi komedi tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan anak muda Nahdliyin serta Aliansi Muda Muhammadiyah.
Pandji Pragiwaksono nampaknya tidak terlalu memusingkan pelaporan atas dirinya.
Ia mengunggah postingan soal koleksi buku hingga piringan hitam di akun Instagram pribadinya, Jumat (9/1/206).
Banyak koleksi bacaan berbahasa Inggris yang ia tunjukkan.
Lewat caption, ia mengatakan kecenderungan menyukai para pendobrak batasan dan orang-orang yang suka menentang arus.
"Lenny Bruce dan George Carlin menunjukkan bahwa Anda menghormati komedian yang menantang kekuasaan, selera, dan sensor, bahkan ketika hal itu merugikan mereka.
Itu menunjukkan seseorang yang menghargai kebebasan berbicara, skeptisisme terhadap otoritas, dan komedi sebagai penyelidikan moral.
Baca juga: 2 Tokoh Dukung Pandji di Mens Rea, Ahok Sebut Sang Komika Cerdas, Mahfud MD: Kalau Dihukum Saya Bela
Pada saat yang sama, kamu menghargai kecerdasan yang kering dan terkendali," tulisnya.
Ia kemudian menjelaskan mengenai stand up comedy berdasarkan pandangannya.
"Koleksi ini menunjukkan bahwa kamu melihat stand-up comedy sebagai kritik budaya yang diarsipkan dalam bentuk rekaman.
Kamu berpikiran historis, sedikit purist, dan mungkin mendengarkan seperti orang lain membaca esai, untuk mempertajam pemikiran, bukan hanya untuk dihibur.
Singkatnya:
Koleksi vinyl kamu menunjukkan hal yang sama yang dikonfirmasi oleh kariermu.
Kamu melihat stand-up comedy sebagai pemikiran publik yang diungkapkan dengan lantang.
Bukan pelarian dari kenyataan.
Bukan berarti selalu menyenangkan penonton.
Tetapi komedi sebagai wacana publik, yang diasah oleh tawa," tulisnya.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)