Pandji Berkali-kali Bawa Nama Gibran di Materinya, Ade Armando Duga Ada Agenda, soal Pilpres 2029?
January 10, 2026 06:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Ade Armando, pegiat media sosial yang juga merupakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menyoroti materi stand-up comedy yang kerap dibawakan Pandji Pragiwaksono.

Dalam pandangannya, nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hampir selalu menjadi sasaran sentilan Pandji.

Menurut Ade Armando, kemunculan kritik dan sindiran tersebut bukanlah sesuatu yang kebetulan.

Ia menduga ada agenda tertentu di balik berulangnya komentar bahkan ejekan yang diarahkan Pandji kepada Gibran.

Pasalnya, sentilan itu tidak hanya muncul sekali dua kali, melainkan terus berulang di berbagai kesempatan.

Pandji diketahui cukup konsisten mengomentari sosok Gibran, baik sebelum maupun setelah putra Presiden Joko Widodo itu resmi menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: 3 Cara Gibran Balas Kritik Pedas Pandji Pragiwaksono, Pengamat Politik Bedah: Respon Secara Simbolis

Dalam beberapa momen, Pandji bahkan secara khusus membahas langkah Gibran yang dinilainya nekat maju dalam kontestasi wakil presiden.

Salah satu hal yang kerap disinggung Pandji adalah perubahan aturan oleh Mahkamah Konstitusi yang membuka jalan bagi Gibran untuk maju sebagai wapres.

Ia juga beberapa kali menyindir soal usia Gibran yang saat itu belum memenuhi syarat, seolah menggambarkan ketidaksabaran untuk menunggu hingga batas usia yang ditentukan terpenuhi.

Rangkaian sentilan tersebut, menurut Ade Armando, menunjukkan pola kritik yang konsisten dan patut dicermati lebih jauh, mengingat isu yang diangkat selalu kembali pada figur Gibran dan proses politik yang mengantarkannya ke posisi Wakil Presiden.

"Kata Pandji "Kenapa buru-buru? Kenapa harus mengubah aturan gitu? Nunggu aja, nunggu ulang tahun lagi aja beberapa kali, entar juga nyampai ke batas usia yang ditentukan. Jadi, kenapa harus buru-buru? Pandji kemudian melanjutkan begini, kayaknya emang anaknya Pak Jokowi ini enggak bisa nunggu deh"."

"Jadi, Anda bisa lihat betapa rendahnya dia menggambarkan Gibran. Padahal kalau dia cukup membaca atau menonton, dia seharusnya tahu bahwa yang berkeras agar Gibran maju sebagai wakil presiden adalah Prabowo," kata Ade Armando dalam tayangan Youtube Cokro Tv, yang didirikan oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi, Senin (5/1/2026).

Ade menjelaskan Gibran sendiri sebenarnya enggan maju di Pilpres 2024, tapi Prabowo yang berulang kali mendesak agar Gibran maju.

"(Alasannya) karena satu alasan logis, semua survei di saat itu menunjukkan bahwa peluang keterpilihan atau elektabilitas Prabowo paling tinggi adalah kalau Gibran menjadi wapres," ungkap Ade.

Ia juga menjelaskan Gibran tidak campur tangan dalam perubahan undang-undang agar meloloskannya maju Pilpres 2024.

"Begitu juga perubahan aturan Pilpres yang memungkinkan Gibran maju itu bukan karena permintaan tim Gibran."

"Gibran sama sekali enggak campur tangan di situ dan yang sering dilupakan orang, perubahan undang-undang itu adalah bukan dalam hal usia minimal, tapi soal mengizinkan seseorang kandidat yang sebelumnya sudah terpilih menjadi kepala daerah melalui pemilihan langsung oleh rakyat untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden. Jadi, gimana ceritanya Pandji tiba pada kesimpulan bahwa itu terjadi karena Gibran tak mau menunggu," jelas Ade.

Baca juga: Anak Dibully Buntut Viralnya Mens Rea, Gamila Arief Istri Pandji Ancam Lapor Polisi, Tantang Netizen

MENS REA PANDJI - Komika Pandji Pragiwaksono membuat pertunjukan stand up comedy spesial Mens Rea.
MENS REA PANDJI - Komika Pandji Pragiwaksono membuat pertunjukan stand up comedy spesial Mens Rea. (Instagram/@pandji.pragiwaksono)

Ejekan Pandji lain adalah soal inisiatif Gibran, soal program lapor Mas Wapres di masa awal pemerintahan Prabowo. 

Program ini mengundang masyarakat untuk melaporkan ketidakberesan kerja pemerintah langsung ke Wapres melalui nomor WA tertentu. 

"Menurut Pandji, kegiatan menerima laporan masyarakat kan seharusnya dijalankan oleh customer service. Gibran seharusnya melahirkan gagasan bukan menerima masalah."

"Karena itu kata Pandji 'betapa malunya kita kalau wapres wapres negara lain melihat kok di Indonesia seorang wapres bekerja sebagai customer service'. Lagi-lagi kebencian membuktakan mata Pandji," ujar Ade. 

Ade menjelaskan, di Indonesia transparansi dan akuntabilitas adalah persoalan serius.

Oleh karena itu menjadi penting bagi publik untuk bisa menyampaikan informasi kepada pemerintah tentang apa yang mereka alami di lapangan. 

"Saat ini saja misalnya kita sering mendengar bahwa di lingkungan presiden terlalu banyak pejabat dan menteri yang hanya berkabar hal yang baik-baik saja pada presiden mengikuti budaya "Asal Bapak Senang". Karena itu, gagasan Gibran sama sekali enggak bisa disamakan dengan peran customer service," tegas Ade.

Ade menilai, program tersebut sudah sangat benar, tapi ternyata memang tidak berjalan sempurna.

Menurutnya, ada harganya terlalu mahal bagi mereka yang akan menjadi sasaran pengawasan, itulah alasannya.

Ada Agenda Lain

Ade menilai Pandji terlalu "membenci" Gibran.

Bukan tanpa alasan, menurutnya ada agenda lain dibalik cemoohan Pandji terhadap Gibran.

"Saya menangkap kesan Pandji memang sangat benci pada Gibran dan ingin men-share kebencian itu kepada para fansnya. Pertanyaannya mengapa?"

"Ini yang sangat mengganggu saya. Dia bilang dia ingin agar masyarakat Indonesia tidak g****, tapi joke-joke yang dia gunakan justru menunjukkan keterbatasan pengetahuan dia. Tapi bisa jadi memang ada agenda lain di belakang Pandji," ungkap Ade.

Ade juga menyoroti peran Pandji dalam Pilpres 2024 lalu, yang memang nyatanya Pandji adalah tim sukses Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga maju sebagai kontestan calon presiden.

"Kita tentu masih ingat dia adalah tim sukses Anis Baswedan di masa lalu. Jadi kalau Anies diperkirakan akan maju lagi dalam Pilpres 2029 dan saat ini popularitas Gibran semakin meningkat sehingga sangat mungkin Gibran juga akan kembali menjadi Cawapres Prabowo pada 2029."

"Mungkinkah ejekan Pandji ke arah Gibran ini adalah bagian dari propaganda hitam untuk menghabisi Gibran? Tentu saja pertanyaan itu belum bisa dijawab. Kita lihat saja nanti. Ayo gunakan akal sehat. Karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat," ujar Ade.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.