PSS Yogyakarta vs PSIS Semarang: Super Elja Punya Rekor Positif, Mahesa Jenar Pantang Gentar
January 10, 2026 09:14 AM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Laga PSS Sleman vs PSIS Semarang pada Pegadaian Championship 2025/2026 akan digelar Sabtu (10/1/2026) di Stadion Maguwoharjo, Sleman pukul 15.30 WIB.

Pada derbi Jawa Tengahg–DI Yogyakarta hari ini, Super Elja mempunyai modal positif jelang pertandingan ini. 

Sebagai pengingat, pada pertemuan pertama di Stadion Jatidiri, Semarang, PSS Sleman sukses berpesta gol dengan kemenangan telak 5-0 atas PSIS.

Akan tetapi, hasil tersebut tidak lantas membuat PSS jemawa. Asisten Pelatih PSS Sleman, Gilang Ramadan, menegaskan situasi pada pertemuan kedua ini sudah jauh berbeda. 

PSIS kini datang dengan kekuatan baru setelah melakukan perombakan skuad, termasuk mendatangkan pelatih Jafri Sastra serta sejumlah pemain berpengalaman.

“Di ronde pertama kita menang besar di kandang lawan, tapi itu tidak menjadi acuan. Besok mereka datang dengan kekuatan berbeda, banyak pemain baru, dan sekarang tim mereka kuat,” ujar Gilang saat konferensi pers sebelum laga, Jumat (9/1/2026).

Secara performa terkini, PSIS Semarang juga tengah dalam tren positif usai meraih kemenangan 2-0 atas Persipal Palu.

Sementara itu, PSS Sleman datang ke laga ini dengan hasil kurang maksimal setelah kalah tipis 1-2 dari Kendal Tornado FC.

PSS siap tempur

Meski persiapan tergolong singkat, Gilang memastikan kondisi tim PSS dalam keadaan siap tempur.

Ia juga menegaskan absennya beberapa pemain bukan menjadi masalah besar karena masih tersedia opsi lain di dalam skuad.

“Untuk persiapan, walaupun mungkin dua atau tiga hari ini sangat mepet, tapi kondisi tim PSS dipastikan siap untuk pertandingan besok. Mengenai ada beberapa pemain yang cedera ataupun tidak bisa main, yang jelas kita masih ada opsi pemain lain yang bisa diturunkan,” jelasnya.

Dalam lima laga awal putaran kedua, PSS Sleman belum mampu mencetak gol di bawah menit ke-30. Situasi ini menjadi bahan evaluasi serius tim pelatih jelang duel kontra PSIS.

“Kita sedang mengevaluasi itu. Mungkin ada beberapa kelengahan fokus di menit-menit awal. Tim pelatih dan pemain mencoba memperbaiki, gimana caranya kita fight dari kick-off pertama,” ungkap Gilang.

Rekor 5 laga terakhir

Secara statistik, PSS mencatatkan hasil cukup stabil di lima pertandingan terakhir putaran kedua dengan torehan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Meski demikian, evaluasi tetap menjadi agenda utama tim.

“Pastinya setiap latihan dan setelah pertandingan kita selalu ada evaluasi, baik secara tim maupun individu. Kita ingin menjadi lebih baik lagi untuk performa pemain,” tambahnya.

Terkait pemain anyar PSS Sleman seperti Lucas Gama, Figo Dennis dan Jehan Pahlevi, Gilang membuka peluang mereka tampil pada laga kontra PSIS. 

Meski waktu adaptasi terbilang singkat, progres yang ditunjukkan dinilai cukup menjanjikan.

“Pemain baru pastinya butuh adaptasi, tapi alhamdulillah dari dua latihan ini sudah terlihat ada chemistry dan kondisi bagus. Insyaallah kemungkinan besok bisa ditampilkan,” katanya.

Menyoal tekanan klasemen, Gilang menegaskan timnya tak ingin terbebani. Fokus PSS Sleman adalah menjalani pertandingan demi pertandingan dengan maksimal.

“Kita tidak melihat terlalu jauh soal klasemen. Kita fokus step by step, pertandingan demi pertandingan,” jelasnya.

PSIS pantang gentar

Di sisi lain, pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, memastikan timnya datang dengan persiapan matang, termasuk terkait adaptasi para pemain baru yang didatangkan pada putaran kedua. 

Menurutnya, proses adaptasi berjalan cukup baik meski waktu kebersamaan tergolong singkat.

“Alhamdulillah kalau adaptasi pemain baru, mereka sudah datang dua minggu yang lalu. Kita sudah proses dengan baik rasanya. Mereka juga ikut menonton pertandingan kami di Semarang kemarin,” ujar Jafri saat konferensi pers, Jumat (9/1/2026).

Jafri menilai adaptasi para pemain anyar tidak menemui kendala berarti karena mayoritas merupakan pemain profesional dan berpengalaman.

Laskar Mahesa Jenar juga telah menyiapkan tiga pemain pendatang baru untuk laga kontra PSS Sleman, meski kepastian tampil masih menunggu pengesahan regulasi.

“Untuk pendatang baru, pemain baru yang tiga juga tidak masalah, kami siapkan. Tapi bagaimanapun kami harus menunggu sampai dini hari nanti ada pengesahannya bagaimana, baru kami bisa banyak cerita besok,” tambahnya.

Menjelang laga derbi, Jafri memberikan apresiasi terhadap kekuatan PSS Sleman. Ia menilai Super Elja sebagai tim yang solid dan memiliki ambisi besar untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Sleman tim yang solid. Setelah mereka turun ke Liga 2, mereka mempersiapkan tim lebih baik lagi. Mereka punya ambisi untuk bisa lolos lagi ke Liga 1,” kata Jafri.

Ia juga menyoroti posisi kedua tim di papan klasemen yang cukup kontras. PSS Sleman saat ini berada di papan atas, sementara PSIS masih berjuang di zona bawah.

“Dengan materi pemain, Sleman bisa dikatakan bagus. Sekarang mereka berada di posisi kedua. Perbedaannya sama kita, Sleman dua di atas, kita dua di bawah. Tapi besok itulah pertandingan, pasti menarik karena kami ingin menang, Sleman juga ingin menang,” ujarnya.

Terkait target PSIS Semarang musim ini, Jafri menegaskan bahwa misi utama yang dibebankan kepadanya bersifat realistis, yakni memastikan tim tetap bertahan di Liga 2.

“Ketika PSIS mendatangkan saya, yang pasti untuk mengejar ke atas tidak mungkin lagi. Yang realistis tentu bagaimana PSIS tetap bertahan dulu di Liga 2. Setelah itu baru ke depan manajemen dan Presiden Klub punya rencana seperti apa,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan 14 pemain baru tampil pada laga derbi, Jafri kembali menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian regulasi. 

Namun, ia memastikan PSIS sudah memiliki kesiapan tim, termasuk dengan pemain lama yang telah menjalani beberapa pertandingan terakhir.

“Kalau regulasinya dini hari nanti baru kita tahu. Tapi di luar itu kita sudah mempersiapkan. Saya sudah menjalani tiga laga, lawan Persiba, Barito, dan terakhir Palu. Jadi di luar pemain baru, persiapan tim insyaallah sudah cukup baik,” tutur Jafri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.