TRIBUNMATARAMAN.COM - Proyek pembangunan Jalan Tol Kertosono–Kediri terus menjadi perhatian publik.
Proyek strategis nasional ini digarap pemerintah pusat untuk menunjang konektivitas wilayah Jawa Timur, khususnya sebagai akses utama menuju Bandara Dhoho Kediri.
Dalam pelaksanaannya, proyek Jalan Tol Kertosono–Kediri berdampak langsung pada dua wilayah, yakni Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Sejumlah desa harus terdampak pembebasan lahan demi kelancaran pembangunan infrastruktur tersebut.
Berdasarkan data perencanaan, total kebutuhan lahan proyek Jalan Tol Kertosono–Kediri mencapai 2.149.363,36 meter persegi. Lahan tersebut tersebar di dua kabupaten, dengan porsi terbesar berada di Kabupaten Nganjuk.
Di wilayah Kabupaten Nganjuk, luas lahan yang dibebaskan mencapai sekitar 1.768.183,54 meter persegi. Lahan tersebut tersebar di 16 desa yang berada di tiga kecamatan.
Baca juga: Hadapi PSIM Yogyakarta, Carlos Parreira Percaya Diri Madura United Raih Kemenangan di Hari Jadi Klub
Namun hingga kini, proyek tol Kertosono–Kediri dilaporkan mengalami keterlambatan dari target awal pengerjaan. Meski demikian, proses pengadaan lahan tetap berjalan sebagai bagian penting dari percepatan proyek.
Pemerintah menegaskan pembangunan tol ini memiliki peran strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan, mempercepat mobilitas barang dan jasa, serta meningkatkan aksesibilitas menuju Bandara Kediri yang menjadi salah satu proyek andalan nasional.
Daftar 16 Desa di Kabupaten Nganjuk yang Terdampak Tol Kertosono–Kediri
Sebanyak 16 desa di Kabupaten Nganjuk terdampak langsung proyek pembangunan Jalan Tol Kertosono–Kediri.
Desa-desa tersebut tersebar di tiga kecamatan yang masuk dalam trase tol.
1. Kecamatan Tanjunganom
- Desa Sumberkepuh
- Desa Ngadirejo
- Desa Wates
- Desa Sambirejo
- Desa Banjaranyar
2. Kecamatan Sukomoro
- Desa Nglundo
- Desa Kedungsuko
3. Kecamatan Prambon
- Desa Singkalanyar
- Desa Gondanglegi
- Desa Sanggarahan
- Desa Tanjung Tani
- Desa Baleturi
- Desa Watudandang
- Desa Rowoharjo
- Desa Sugihwaras
- Desa Tegaron
Proyek Tol Kertosono-Kediri Tingkatkan Pererkonomian Jatim
Proyek Tol Kertosono-Kediri yang rencananya mulai dibangun tahun ini punya nilai vital bagi akselerasi perekonomian di Jawa Timur (Jatim) bagian selatan.
Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Arie Irianto mengatakan, tol Kertosono-Kediri nantinya juga akan menjadi akses menuju Bandara Daha Kediri.
Selain itu, pembangunan jalan tol sepanjang 20,7 km ini akan menghubungkan pusat perekonomian di Jawa Timur bagian selatan.
“Nanti (tol) dari Kertosono-Kediri (menyambung) ke arah selatan sampai ke Tulungagung rencananya,” kata Arie kepada Kompas.com, Sabtu (25/2/2023).
Arie menuturkan, proyek Tol Kertosono-Kediri akan dikerjakan oleh Jasamarga. Sementara Tol Kediri-Tulungagung akan digarap oleh Gudang Garam.
“Nanti ruas tol yang Kediri-Tulungagung itu yang bangun Gudang Garam, terus menyambungkan Bandara Daha Kediri dari Gudang Garam juga, bisa terkoneksi ke Tol Trans Jawa,” tuturnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Kertosono-Kediri Kartika Sari menambahkan, pembangunan Tol Kertosono-Kediri memang ditujukan untuk menjadi salah satu akses ke Bandara.
“Memang (tol) Kertosono-Kediri itu juga merupakan akses ke bandara, karena nanti exit tol-nya pun dekat dengan bandara juga, sekitar mungkin lima kilometer ke bandara nanti,” kata Tika.
Tol Kertosono-Kediri rencananya memiliki dua gerbang exit tol, yakni exit tol Sugihwaras di Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk dan exit tol Banyakan di Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri yang lokasinya tak jauh dari Bandara Daha Kediri.
Tentang proyek Tol Kertosono-Kediri
Biaya investasi proyek Tol Kertosono-Kediri mencapai Rp3,9 triliun. Diperkirakan biaya konstruksinya mencapai Rp3 triliun.
Jalan Tol Kertosono-Kediri nantinya akan memiliki panjang kurang 20,7 kilometer. Ruas jalan tol ini berlokasi di dua kabupaten, yakni Kabupaten Nganjuk dan Kediri.
Lahan yang dibutuhkan untuk proyek Tol Kertosono-Kediri kurang lebih 2.149.363,36 meter persegi, dengan 1.768.183,54 meter persegi di antaranya berada di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, ada 16 desa di Kabupaten Nganjuk yang bakal dilalui Tol Kertosono-Kediri. Ke-16 desa tersebut berada di tiga kecamatan berbeda.
Sementara di Kabupaten Kediri, ruas Tol Kertosono-Kediri akan berdampak pada lima desa di dua kecamatan.
Arie memperkirakan, pembangunan Tol Kertosono-Kediri akan bisa dimulai September 2023, dengan estimasi pengerjaan pembangunan selama dua tahun.
(tribunmataraman.com)