Diduga Terpeleset, Bocah 7 Tahun di Tanjabtim Jambi Meninggal Terseret Arus Banjir
January 10, 2026 10:11 AM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bocah 7 tahun meninggal dunia usai tenggelam saat banjir di Desa Lambur II, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi.

Diketahui sejak beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Tanjabtim terendam banjir.

Kondisi ini diperparah dengan adanya banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Jambi ini.

Korban meninggal di Desa Lambur bernama Reiza, siswa kelas 1 SD di Kecamatan Sabak Barat.

Dari informasi yang beredar, korban diduga terpeleset dan terseret arus saat banjir disekitar rumahnya.

Warga lantas melakukan pencarian dan korban ditemukan tak bernyawa.

Sebelumnya rumah hanyut

 Sebuah rumah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, hanyut diterjang arus sungai dan gelombang laut, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 07.35 WIB.

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir timur Jambi, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengakibatkan sebuah rumah di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Muara Sabak Timur, hanyut.

Baca juga: Warga Lingkar Barat Jambi Resah Lokasi BBM Ilegal Dekat Rumah: Bau Nyengat dan Bayang-Bayang Ledakan

Baca juga: Rumah di Kasang Pudak Muaro Jambi Terbakar, Satu Orang Meninggal, Ada Tedmon Dalam Mobil

Rumah itu terbawa arus sungai yang dipengaruhi gelombang laut.

Peristiwa tersebut sempat terekam video oleh warga dan dengan cepat menyebar di media sosial. 

Dalam rekaman terlihat bangunan rumah terseret derasnya arus air hingga akhirnya hilang terbawa aliran sungai. 

Kondisi itu memicu kekhawatiran warga, mengingat cuaca buruk masih terjadi di kawasan pesisir Jambi.

Kepada Tribunjambi.com, Camat Muara Sabak Timur, Darohim, menuturkan rumah yang hanyut itu sudah lama tidak ditempati oleh pemiliknya.

“Informasi dari kepala desa, rumah itu sudah lama kosong. Pemiliknya sudah pindah ke luar daerah,” ujar Darohim saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kuala Simbur, Juhaifah. 

Dia mengatakan rumah yang hanyut merupakan bangunan tua yang kondisinya sudah lapuk dan tidak lagi dihuni sekitar tiga tahun terakhir.

“Rumah itu memang rumah kosong, tidak ada orangnya. Sudah sekitar tiga tahun ditinggalkan karena kondisinya memang sudah lapuk,” kata Juhaifah saat diwawancarai Tribun Jambi.

Menurut Juhaifah, lokasi rumah berada tepat di tepi laut, di kawasan Ambang Luar, sehingga sangat rentan terdampak gelombang pasang dan angin kencang. 

Saat cuaca memburuk, bangunan yang berada di bibir laut tersebut tidak mampu bertahan.

“Letaknya memang di tepi laut lepas. Kalau dilihat videonya kelihatan seram, tapi alhamdulillah tidak ada korban,” ujarnya.

Cuaca Ekstrem Awal Tahun

Cuaca ekstrem di wilayah tersebut dipengaruhi musim angin barat yang rutin terjadi setiap tahun. Dalam beberapa hari terakhir, hujan disertai angin kencang terus melanda kawasan pesisir Kuala Simbur.

“Kalau di sini namanya musim barat. Memang setiap tahun seperti ini, angin kencang, hujan datang sebentar-sebentar,” jelas Juhaifah.

Dia menambahkan, air laut sempat mengalami pasang, namun tidak sampai menggenangi permukiman warga. 

Pasang air laut biasanya hanya berlangsung singkat.

“Air pasang paling sekitar satu jam saja. Karena kami dekat laut, jadi ikut pasang-surut. Tapi tidak sampai masuk ke jalan atau rumah warga,” katanya.

Meski kondisi desa masih terpantau aman, aktivitas nelayan ikut terdampak. Sebagian nelayan memilih tidak melaut saat hujan dan angin kencang melanda.

“Kalau tidak hujan biasanya masih melaut walaupun angin kuat. Tapi kalau hujan, angin kencang, agak susah, dingin,” ungkapnya. (*)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Warga Lingkar Barat Jambi Resah Lokasi BBM Ilegal Dekat Rumah: Bau Nyengat dan Bayang-Bayang Ledakan

Baca juga: Penasaran Harta Kekayaan Yaqut Cholil, Eks Menag Tersangka Korupsi? Rp13.7 M, Ini Daftarnya

Baca juga: Rumah di Kasang Pudak Muaro Jambi Terbakar, Satu Orang Meninggal, Ada Tedmon Dalam Mobil

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.