Tribunlampung.co.id, NTT - Nakhoda dan anak buah kapal (ABK) bagian mesin Kapal Layar Motor (KLM) Putri Sakinah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polda Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).
Penetapan itu dilakukan menyusul peristiwa tenggelamnya KLM Putri Sakinah di perairan Manggarai Barat hingga tewaskan empat orang: Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF dan tiga anaknya.
Penetapan tersangka dilakukan melalui gelar perkara yang digelar di Ruang Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, Jumat (9/1/2026), sebagai tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor: LP/A/7/XII/2025/SPKT.Satpolairud/Polres Manggarai Barat/Polda NTT tertanggal 30 Desember 2025.
Kabid humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan Polda NTT secara serius mengawal penanganan perkara tersebut dengan melibatkan berbagai unsur pengawasan internal.
“Gelar perkara ini melibatkan Ditreskrimsus Polda NTT, Propam, serta fungsi pengawasan internal. Hasilnya disepakati penetapan dua tersangka dalam kasus kecelakaan kapal KLM Putri Sakinah,” ujar Henry, dilansir dari Pos Kupang.
Dua tersangka yang ditetapkan masing-masing adalah Nakhoda kapal berinisial L dan anak buah kapal (ABK) bagian mesin atau KKM/BAS berinisial M.
Keduanya diduga memiliki peran dalam terjadinya kecelakaan laut yang mengakibatkan korban jiwa.
Henry menegaskan, hingga saat ini kedua tersangka telah resmi ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan Polres Manggarai Barat guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memaparkan hasil penyelidikan dan penyidikan awal, termasuk keterangan para saksi, ahli, serta sejumlah alat bukti yang dinilai cukup.
Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 359 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, juncto Pasal 330 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.
“Penyidik menilai adanya unsur kelalaian dalam pengoperasian kapal yang berujung pada kecelakaan laut dan menelan korban jiwa,” tegasnya.
Polda NTT memastikan proses penyidikan akan terus berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Setelah penetapan tersangka, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat akan melanjutkan penyusunan administrasi penyidikan, berkoordinasi intensif dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), serta melengkapi berkas perkara untuk tahap selanjutnya.
“Penanganan perkara ini menjadi atensi serius Polda NTT sebagai bentuk komitmen penegakan hukum dan perlindungan keselamatan pelayaran,” pungkas Henry.
Sebelumnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang membawa 11 orang di atas kapal (person on board/POB) sebelumnya tenggelam di Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/12/2025).
Labuan Bajo terletak di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Labuan Bajo telah dinobatkan sebagai salah satu destinasi terbaik di Asia untuk tahun 2026 oleh Condé Nast Traveler.
Kota pelabuhan ini merupakan gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, habitat asli komodo dan pusat keanekaragaman hayati laut yang mendunia.
Tujuh orang berhasil selamat, termasuk dua WNA asal Spanyol (Andrea Ortuño istri Fernando dan satu anak perempuan mereka), empat kru kapal, serta satu orang pemandu wisata.
Data Korban Selamat:
Lukman (Kapten, Laki-laki, Indonesia)
Muhamad Rifai (ABK, Laki-laki, Indonesia)
Muhamad Alif Latifa (ABK, Laki-laki, Indonesia)
Rahimullah (ABK, Laki-laki, Indonesia)
Valdus (Guide, Laki-laki, Indonesia)
Ortuno Andrea (penumpang, perempuan, Spain)
Mar Martinez Ortuno (Penumpang, Perempuan, Spain)
Sementara 4 orang warga asal Spanyol (keluarga Fernando) tenggelam.
Mereka adalah:
Martines Ortuno Maria Lia (Perempuan/anak Fernando)
Martines Ortuno Enriquejavier (Laki–laki/anak Fernando)
Sejak tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo pada 26 Desember 2025, terhitung sudah 15 hari, satu anak Fernando belum juga ditemukan.
Upaya pencarian dilakukan tim SAR gabungan secara maksimal sejak hari pertama.
Pada pencarian hari keempat, Senin (29/12/2025) pukul 06.05 Wita ditemukan satu jenazah perempuan, anak dari Martin Carreras Fernando, pelatih Valencia.
Korban ditemukan di perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo.
Upaya pencarian dilanjutkan hingga hari ketujuh atau batas akhir proses pencarian.
Karena tiga korban lainnya belum ditemukan, Basarnas memperpanjang proses pencarian selama tiga hari hingga Minggu (4/1/2026).
Di hari pertama perpanjangan itu, Minggu tim kembali menemukan satu jenazah, yakni Fernando, pelatih Valencia.
Jenazahnya ditemukan di perairan antara Pulau Serai dan Pulau Rinca.
"Dengan ditemukannya korban ini, di dalam aturan undang-undang kalau operasi dinyatakan ditutup, kami belum menutup operasi. Ditemukannya saat operasi ini maka operasi kembali kita buka," kata Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman dalam konferensi pers di Labuan Bajo, Minggu (4/1/2026).
Fathur mengatakan waktu perpanjangan pencarian ditambah tiga hari lagi hingga Rabu (7/1/2026).
"Kembali kita perpanjang menurut hasil pencarian diperpanjang tiga hari kedepan," ujarnya.
Selasa (6/1/2026) atau pada hari ke-12 pencarian, tim kembali menemukan satu korban lagi.
Korban adalah anak dari pelatih Valencia, Martin Carreras Fernando.
Sementara satu lagi anak Fernando masih belum ditemukan.
Untuk ketiga kalinya, proses pencarian korban kembali diperpanjang.
Kali ini perpanjangan berlaku selama dua hari terhitung sejak Kamis (6/1/2026) hingga Jumat (9/1/2026) hari ini.
Hari Jumat (9/1/2026) kemarin Basarnas resmi menutup operasi pencarian terhadap satu orang warga negara Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, NTT.
"Terkait operasi pelaksanaan hari ke-15, tepatnya tadi pukul 14:20 wita, Operasi Sar kita nyatakan ditutup" Kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman.
Diketahui Jumat (9/1/2026) merupakan batas akhir proses pencarian korban anak pelatih Tim B perempuan klub sepak bola Los Che (Valencia CF), Martin Carreras Fernando.
Proses pencarian korban sudah diperpanjang sebanyak tiga kali lantaran masih ada satu lagi anak Fernando yang belum ditemukan.
Sebelumnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang membawa 11 orang tenggelam di Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/12/2025).
Sejak tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo pada 26 Desember 2025, terhitung sudah 15 hari, anak Fernando belum juga ditemukan.
Labuan Bajo terletak di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Labuan Bajo telah dinobatkan sebagai salah satu destinasi terbaik di Asia untuk tahun 2026 oleh Condé Nast Traveler.
Kota pelabuhan ini merupakan gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, habitat asli komodo dan pusat keanekaragaman hayati laut yang mendunia.
Akibat kecelakaan itu, 4 penumpang warga negara Spanyol hilang.
Mereka adalah: Martin Carreras Fernando, pelatih Tim B Wanita klub sepak bola Los Che (Valencia CF) Martin Garcia Mateo (Laki–laki/anak Fernando) Martines Ortuno Maria Lia (Perempuan/anak Fernando) Martines Ortuno Enriquejavier (Laki–laki/anak Fernando)
Meski operasi pencarian ditutup, Basarnas tetap melaksanakan pemantauan terhadap satu orang warga negara Spanyol yang belum ditemukan.
"Terkait operasi pelaksanaan hari ke-15, tepatnya tadi pukul 14:20 wita, Operasi Sar kita nyatakan ditutup, tetapi kita tetap laksanakan yang namanya monitor, kita melaksanakan monitor terhadap satu yang belum ditemukan, di hari ke-15 operasi Sar kita tutup, di Basarnas ataupun di undang-undang, korban hilang adalah korban dari satu orang yang dinyatakan hilang," jelasnya.
Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut, kemudian memberikan penaburan bunga di lokasi tenggelamnya Kapal Putri Sakinah sebagai penghormatan terakhir kepada jenazah yang belum sempat ditemukan.
Satu persatu Tim Sar Gabungan menabur bunga ke perairan Selat Padar sebagai penghormatan terakhir kepada jenazah yang belum ditemukan.
"Dan sebagai penghormatan terakhir, kami semua memberikan penaburan bunga sebagai penghormatan terakhir kepada jenazah yang belum sempat ditemukan, agar diterima di sisi Tuhan, " Kata Samuel Halundaka/ Asisten Tiga Plt. Kalak BPBD Provinsi NTT yang ikut dalam pencarian tersebut.
Pada Kamis 8 Januari 2026, pihak keluarga korban kapal tenggelam juga melakukan tabur bunga di sekitar lokasi tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah.
Baca juga: Ammar Zoni Mengaku Dimasukkan ke Sel Tikus karena Menolak Bayar Rp 3 Miliar