Rusia kembali menunjukkan tajinya dengan meluncurkan rudal hipersonik pembawa nuklir yakni Oreshnik ke gerbang NATO.
Pasalnya serangan yang diluncurkan pada Jumat (9/1) malam berhasil menggempur wilayah Ukraina Barat yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan negara anggota NATO, Polandia.
Serangan ini mengakibatkan setidaknya empat orang tewas.
Rusia mengklaim peluncuran rudal balistik jarak menengah menjadi sebuah balas dendam.
Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan penggunaan rudal Oreshnik yang begitu dekat dengan perbatasan Uni Eropa dan NATO.
Hal ini menimbulkan ancaman serius bagi keamanan Eropa dan menyerukan kepada para mitra untuk meningkatkan tekanan kepada Moskow.
Gubernur Lviv mengatakan serangan Rusia telah merusak fasilitas infrastruktur penting.
Sementara beredar rekaman saat rudal Oreshnik Rusia menggempur wilayah Ukraina Barat.
Dalam rekaman video itu terlihat kilatan terang yang menghantam tanah sebelum ledakan keras.
Di satu sisi, ini menjadi pertama kalinya Rusia menggunakan rudal Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Presiden Vladimir Putin telah berulang kali menyebut Oreshnik dalam beberapa bulan terakhir sebagai ancaman terhadap Ukraina dan Barat.
Putin memperingatkan bahwa rudal itu dapat digunakan terhadap negara-negara yang memasok senjata untuk Kyiv.