Breaking News: Tim SAR Cari Nelayan Mentok Hilang di Perairan Karang Berang Berang
January 10, 2026 11:03 AM

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Seorang nelayan bernama M Adnan Sahid (67) asal Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hilang kontak saat melaut di Perairan Karang Berang Berang pada Jumat (9/1/2026) malam.

Hingga Sabtu (10/1/2026) pagi ini, tim SAR gabungan dari Tim Rescue USS Mentok dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang masih melakukan pencarian.

Perairan Karang Berang Berang berada di wilayah Mentok, Bangka Barat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang langsung mengerahkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Informasi awal diterima Kansar Pangkalpinang pada Jumat malam sekitar pukul 21.01 WIB dari keluarga korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Mentok segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Komandan Unit Pos SAR Mentok, Fajar Permana, menyampaikan, korban diketahui bernama M. Adnan Sahid (67), warga Gang Wanapura, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok. 

Korban berangkat melaut pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dari Pantai Batu Rakit Mentok menuju fishing ground di Perairan Karang Berang Berang.

“Biasanya korban sudah kembali pada keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga Jumat malam korban belum kembali. 

Sehingga nelayan setempat bersama keluarga melakukan pencarian awal, sebelum akhirnya melapor ke pihak SAR,” kata Fajar Permana kepada Bangkapos.com, Sabtu pagi.

Ia mengatakan, Tim SAR gabungan bergerak pada pukul 21.19 WIB menuju Dermaga PT Timah dan selanjutnya menggunakan RIB 03 menuju lokasi kejadian. Perkiraan waktu tiba di lokasi pencarian (LKP) sekitar pukul 22.45 WIB.

"Korban diketahui menggunakan perahu kayu berwarna kuning abu-abu dengan panjang sekitar 5 hingga 6 meter. Hingga laporan ini disampaikan, korban masih dalam status dalam pencarian," lanjutnya.

Dikatakannya, operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Rescuer USS Mentok, Polairud Bangka Barat, serta nelayan setempat 

Dengan dukungan sarana berupa kendaraan personel, RIB, kapal nelayan, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan pendukung lainnya.

“Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang relatif berawan, kecepatan angin sekitar 8 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,4 meter. 

Namun pencarian di malam hari terkendala jarak pandang yang terbatas,” tambahnya.

Ia memastikan, operasi SAR kembali dilanjutkan pada Sabtu (10/1/2026) pagi, mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.