BANGKAPOS.COM, BANGKA - Baru dilantik sebagai Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (B3S), Eka Mulya Putra langsung membeberkan visi besar dan rencana transformasi yang akan dijalankannya.
Bagi Eka, memimpin BUMD bukan sekadar jabatan, melainkan ruang pengabdian untuk berkontribusi nyata bagi daerah kelahirannya.
Dengan target ambisius, mulai dari penguatan tata kelola hingga pengembangan mega proyek, ia ingin menjadikan PT BBBS sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ade Mayasanto, pada Rabu (7/1/2026), Eka Mulya Putra mengungkap latar belakang keputusannya memimpin perusahaan daerah ini, gagasan besar membangun “Pangkalpinang 2”, hingga strategi mengatasi persoalan internal perusahaan yang selama ini membelit.
Ia juga memaparkan roadmap 100 hari, potensi sektor unggulan, serta peran BUMD dalam mengelola aset strategis daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Latar belakang mau kemudian memimpin sebuah PT Bumi sebuah PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera?
Jadi, tahun 2006 saya adalah salah satu orang yang ikut membidangi berdirinya perusahaan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera ini, ya sebagai anggota Pansus waktu itu. Jadi saya berpikir ya nggak ada salahnya mungkin kalau seandainya kita mencoba, apakah kira-kira bisa berkontribusi untuk tanah kelahiran seperti itu.
Apakah ada motif lain, selain berkontribusi untuk Bangka Belitung?
Saya ini punya pikiran, punya keinginan, gagasan untuk memajukan Pangkalpinang khususnya, Bangka Belitung secara umum. Mungkin kalaupun tidak dengan menjadi kepala daerah ya, mungkin lewat BUMD ini saya bisa berkontribusi untuk mewujudkan pikiran pikiran itu.
Apa visi-misi untuk Bangka Belitung umumnya dan Pangkalpinang khususnya?
Saya ingin Pangkalpinang, Pulau Bangka dan Belitung kita ini, ini lebih maju dari Singapura. Harus dikembangkan untuk terutama Pangkalpinang ya, kita merubah mindset masyarakat. Mengupgrade masyarakat kita untuk berbisnis, menjadi entrepreneur, dan kota ini harus dijadikan kota perdagangan dan jasa.
Apa rencana dengan adanya kerjasama bersama PT. Hai Yin?
Jadi bahasa Pak Gubernur itu adalah Pangkalpinang 2, proyek reklamasi. Kita akan memperdalam alur karena persoalan Jembatan Emas yang hari ini tidak bisa buka-tutup, maka Pak Gubernur ingin menstatiskannya. Kemudian pelabuhannya dipindahkan ke sebelah timur, disitulah nanti kita akan membangun Pangkalpinang 2 seperti layaknya PIK 2 yang ada di Jakarta.
Rencana Pangkalpinang 2, apa yang berbeda dengan yang sekarang?
Akan ada pergudangan, kemudian perkantoran, pusat bisnis, pusat rekreasi, perumahan elit, lapangan golf, dan semua itu akan merubah wajah Pangkalpinang.
Apa permasalahan yang dihadapi PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera sekarang?
Pada saat saya terima amanah itu, saya melihat bahwa neracanya sangatsangat minus, ya. Rekening banknya pun terblokir oleh pajak karena kita masih punya utang pajak yang hari ini, memang harus kita selesaikan. Sementara baru kemarin di Desember saya menyelesaikan SPT, ada beberapa tahun tidak disampaikan atau tidak dilaporkan.
Apa roadmap PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera?
Ada tiga pilar transformasi di BUMD yakni tata kelola, kepatuhan, dan legalitas. Kemudian pilar kedua itu adalah, akselerasi bisnis yang selaras dengan RPJMD. Lalu kami akan melakukan evaluasi untuk perjalanan BUMD ini untuk 100 hari ke depan, apa yang menjadi PR perusahaan ini harus kita selesaikan semua.
Bagaimana dengan KPI-nya, dalam waktu setahun ini?
Kami mencoba untuk melihat ada potensi sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang memang belum tergali secara optimal. Seperti tempat pelelangan ikan di Dinas Kelautan Perikanan, kalau seandainya ini diserahkan kepada BUMD untuk melakukannya misalnya dari retribusi-retribusinya yang ada.
Provinsi Bangka Belitung sedang berada dalam arah WPR, bagaimana peran BUMD?
Kami inginkan itu ada beberapa aset ya hasil rampasan kasus Rp 271 triliun yang hari ini di Kejaksaan Agung itu kami minta. Misalnya smelter ada lima yang diserahkan ke PT Timah, boleh tidak BUMD minta satu aja untuk di-operate oleh BUMD. Secara legalitas itu sangat dimungkinkan, buktinya PT Timah sudah diperkenankan ambil ya dari lima tadi ya.
Selain tambang, sektor apa lagi yang menjadi target PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera?
Ada aset misalnya berupa hasil rampasan perkebunan sawit, PKS (Pabrik Kelapa Sawit)-nya yang hari ini terbengkalai. Nanti bagaimana kita bisa mensinergikannya memberdayakan petani-petani kecil di tingkat desa, untuk membuat pabrikpabrik mini skala kecil.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi)