Gegara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Anak di Bulukumba Pukul Ibunya dan Tikam Ayah hingga Tewas
Tribun January 10, 2026 11:47 AM

Remaja bernama Wijaya (15) di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi karena tega mengahabisi nyawa ayah sambungnya.

Wijaya menikam ayahnya lantaran tidak dibelikan sepeda motor, membuat ia nekat membunuh orangtuanya.

Pelaku sempat melarikan diri usai ayahnya tewas, namun Wijaya berhasil ditangkap dan kini berada ditahan di Mapolres Bulukumba.

Saat kejadian, korban sempat meminta tolong dari dalam rumahnya pada Jumat (9/1/2026)  sekitar pukul 21.14 Wita.

Namun suasana Dusun Kirasa, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, mulai sepi dari aktivitas warga.

Warga kampung Kirasa yang awalnya tenang dan bersiap istirahat tiba-tiba geger.

Abdullah meminta tolong. Tubuhnya bersimbah darah.

Warga panik, sebagian berusaha melakukan pertolongan dan ada juga yang mendatangkan ambulans desa.

Saat tiba di Rumah Sakit HA. Sultan Dg Radja Bulukumba, Abdullah meninggal dunia.

"Innalillah,..Pak Abdullah meninggal dunia diduga ditikam anak tirinya," kata Arman, warga Desa Palambarae melansir Tribun-Timur.com, Sabtu (10/1/2026).

Polisi Introgasi Pelaku 

Polisi langsung melakukan introgasi kepada pelaku usai ditangkap.

Tangan pelaku diikat dan duduk di lantai mengenakan baju kaos warna hijau daun dan celana hitam.

Wijaya menceritakan motif membunuh ayah tirinya.

Awalnya Wijaya meminta ibu kandungnya membelikan satu unit sepeda motor.

Namun ibunya tak sanggup memenuhi permintaan anaknya.

Sang ibu menyampaikan ke pelaku dapat membelikan motor, tapi syaratnya harus bekerja.

Agar hasil kerja Wijaya dapat dibayarkan cicilan sepeda motor.

Mendengar jawaban itu, Wijaya memukul ibunya.

Melihat kejadian itu, sang ayah tiri marah dan meminta ke Wijaya agar tak berlaku kasar ke ibunya.

Pada malam hari, Abdullah tak miliki kecurigaan jika akan ditikam anaknya.

Ia berbincang biasa dengan sang anak tiri di bagian belakang dapur. 

Tiba-tiba, Wijaya menikam bagian perut samping Abdullah hingga tewas.

"Motifnya pelaku minta dibelikan sepeda motor. Tidak dibelikan orang tuanya karena terbatas ekonominya," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Muh Ali, Sabtu (10/1/2026).

Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia terancam hukuman 20 tahun penjara setelah menghilangkan nyawa orang tuanya. 

Polisi juga masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya atas kejadian itu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.