Data Tenaga Kerja AS Melambat, Wall Street Justru Menguat
kumparanBISNIS January 10, 2026 12:19 PM
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/1) setelah rilis data tenaga kerja AS menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan.
Mengutip Reuters pada Sabtu (10/1), indeks Dow Jones naik 252,84 poin atau 0,51 persen ke level 49.518,95. S&P 500 menguat 0,77 persen ke 6.974,69, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,92 persen ke 23.696,40.
Ketiga indeks utama ini bersiap mencatatkan kenaikan mingguan pada pekan perdagangan penuh pertama tahun 2026, dengan Dow menuju kenaikan mingguan terbesar sejak akhir November.
Penguatan Wall Street dipimpin oleh saham-saham sektor teknologi, khususnya emiten chip. Saham Intel menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya mengadakan “a great meeting” dengan Chief Executive Officer Intel, Lip-Bu Tan. Sentimen positif ini ikut mendorong S&P 500 sempat menyentuh level tertinggi intraday.
Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam hanya menambah 50.000 pekerjaan non-pertanian pada Desember. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 60.000 pekerjaan baru, namun sedikit di atas revisi turun bulan November. Tingkat pengangguran turun sesuai perkiraan menjadi 4,4 persen.
Pelaku pasar menilai perlambatan penciptaan lapangan kerja ini justru memberi ruang bagi The Fed untuk bersikap lebih hati-hati.
Pasar kini hanya mematok peluang 4,8 persen untuk pemangkasan suku bunga pada rapat The Fed 27-28 Januari, turun dari 11,6 persen sebelum data dirilis. Pemangkasan suku bunga berikutnya diperkirakan baru terjadi paling cepat April.
"Jumlah data penggajian sedikit lebih rendah dibandingkan konsensus, tetapi tetap merupakan angka yang cukup kuat," kata Senior portfolio strategist di Ingalls & Snyder, New York, Tim Ghriskey.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga, naik 5 basis poin menjadi 3,538 persen. Sebaliknya, imbal hasil obligasi 10 tahun turun tipis ke 4,171 persen.
Sementara itu, dolar AS juga menguat meski sempat memangkas sebagian kenaikan setelah data dirilis. Indeks dolar terakhir tercatat naik 0,26 persen ke level 99,13.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.