Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Konferensi Wilayah (Konferwil) II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah digelar di Hotel Santika Palu, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sabtu (10/1/2026).
Koordinator Wilayah (Korwil) AMSI, Muhammad Djufri Rahim, menilai pelaksanaan Konferwil II AMSI Sulteng menunjukkan kesiapan dan keseriusan organisasi yang lebih baik dibandingkan konferwil sebelumnya.
“Ini Konferwil yang kedua, kelihatannya lebih serius dibandingkan yang pertama. Biasanya memang begitu,” ujar Djufri saat memberikan sambutan pada pembukaan Konferwil II AMSI Sulteng.
Djufri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta jajaran pengurus AMSI Sulawesi Tengah yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Djufri menjelaskan, kehadirannya dalam Konferwil II AMSI Sulteng merupakan perwakilan dari Pengurus Pusat AMSI.
Hal itu mengingat sejumlah pengurus nasional telah memiliki agenda yang tersusun jauh hari sebelumnya.
“Dalam organisasi AMSI, Konferwil dinyatakan sah apabila dihadiri pengurus nasional. Karena itu saya hadir mewakili pengurus pusat,” jelasnya.
Baca juga: Dinkes Sulteng Ungkap Tiga Daerah dengan Kasus HIV Tertinggi
Ia berharap, ketidakhadiran Ketua Umum dan pengurus pusat lainnya tidak mengurangi substansi serta nilai Konferwil AMSI Sulawesi Tengah. Menurutnya, padatnya agenda menjadi alasan utama pengurus pusat belum dapat hadir secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Djufri juga menyoroti peran penting AMSI dalam mendorong eksistensi dan profesionalisme media lokal.
Ia menyebutkan, AMSI terus berupaya memperkuat media anggota agar mampu bertahan dan berkembang secara profesional.
“Saat ini AMSI memiliki sekitar 500 anggota di seluruh Indonesia. Di wilayah timur terdapat 114 media, dan di Sulawesi Tengah sendiri ada 12 media anggota. Ini merupakan kekuatan besar,” ungkapnya.
Djufri menyambut baik rencana penambahan anggota AMSI di Sulawesi Tengah.
Ia menyarankan agar proses rekrutmen anggota baru segera diplenokan di tingkat pusat sehingga dapat langsung terlibat dalam kepengurusan AMSI Sulteng ke depan.
Ia juga menilai, kekompakan pengurus dan anggota AMSI Sulawesi Tengah menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan mitra dan sponsor guna mendukung pelaksanaan program-program organisasi.
Tak hanya itu, Djufri membuka peluang pengembangan program berskala kawasan Indonesia Timur yang dapat dipusatkan di Sulawesi Tengah.
Baca juga: Dinkes Sulteng Catat Lebih 700 Kasus HIV, Jumlah Kematian Justru Menurun
Ia mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan AMSI Papua terkait rencana dukungan program dari pihak Freeport.
“Daripada membuat program terpisah, lebih baik kita pusatkan kegiatan Indonesia Timur di Palu. Nanti bisa kita komunikasikan lebih lanjut dengan AMSI Papua,” katanya.
Djufri berharap, rencana tersebut dapat segera dibahas dan difinalisasi bersama pengurus AMSI Sulawesi Tengah, baik melalui pertemuan daring maupun agenda organisasi lainnya.
“Saya yakin dengan kekompakan yang ada, AMSI Sulawesi Tengah bisa terus berkembang dan menjalankan program-program strategis ke depan,” pungkasnya. (*)