4 Laga dengan 1 Komitmen: Persib Bangun Budaya Menonton Bersih di GBLA, 15.708 Kg Sampah Dikelola
January 10, 2026 12:40 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib menegaskan langkah konkretnya dalam menyelenggarakan pertandingan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Sepanjang Desember 2025, klub menjalankan program pengelolaan sampah tanpa sisa atau zero waste management di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Inisiatif tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Jubelo, mitra pengelola sampah ramah lingkungan yang menangani pengumpulan, pemilahan, serta pengolahan sampah seusai laga secara berkesinambungan.

Program ini diterapkan pada empat pertandingan kandang Persib di bulan yang sama. Laga tersebut meliputi pertemuan menghadapi Borneo FC pada 5 Desember 2025, pertandingan melawan Bangkok United pada 10 Desember 2025, duel dengan Bhayangkara FC pada 21 Desember 2025, serta laga kontra PSM Makassar pada 27 Desember 2025.

Dari rangkaian empat pertandingan itu, tercatat total 15.708 kilogram atau sekitar 15,7 ton sampah berhasil ditangani secara bertanggung jawab melalui sistem pengelolaan berlapis yang dijalankan Jubelo.

Pada pertandingan Persib melawan Borneo FC, tercatat 2.948 kilogram sampah berhasil dikelola. Rinciannya terdiri dari 856 kilogram sampah organik, 1.432 kilogram sampah anorganik, dan 660 kilogram sampah residu. Seluruh material tersebut dipilah langsung di area stadion sebelum dipindahkan menuju fasilitas pengolahan lanjutan.

Capaian positif kembali terlihat saat Persib berhadapan dengan Bangkok United pada ajang AFC Champions League. Pada laga itu, total 3.916 kilogram sampah berhasil ditangani melalui sistem yang sama.

Persib Bandung bersiap menatap fase gugur AFC Champions League Two 2025-2026 usai memastikan tiket ke babak 16 besar dengan status juara grup.
Persib Bandung bersiap menatap fase gugur AFC Champions League Two 2025-2026 usai memastikan tiket ke babak 16 besar dengan status juara grup. (Kompas/ADIL NURSALAM)

Komposisinya meliputi 1.056 kilogram sampah organik, 1.892 kilogram sampah anorganik, dan 968 kilogram sampah residu.

Proses penanganannya dilakukan oleh puluhan petugas lapangan yang bekerja terkoordinasi, didukung oleh armada pengangkut khusus agar seluruh sampah yang terkumpul bisa dikelola dengan baik.

Pada pertandingan berikutnya ketika Persib menjamu Bhayangkara FC, pengelolaan sampah kembali menunjukkan hasil signifikan.

Sebanyak 3.872 kilogram sampah berhasil dikelola dengan rinci, yakni 1.020 kilogram sampah organik, 1.865 kilogram sampah anorganik, dan 987 kilogram sampah residu. Seluruh prosesnya berjalan mengikuti prosedur pengelolaan lingkungan yang berlaku.

Volume terbesar terjadi saat Persib bertanding menghadapi PSM Makassar. Pada laga tersebut, Jubelo menangani 4.972 kilogram sampah.

Rinciannya terdiri dari 986 kilogram sampah organik, 2.584 kilogram sampah anorganik, serta 1.406 kilogram sampah residu. Angka ini menjadi salah satu capaian tertinggi selama penerapan program zero waste management Persib di Stadion GBLA sepanjang Desember 2025.

Sampah yang terkumpul dari empat pertandingan itu selanjutnya dikelola melalui sistem berlapis sesuai jenisnya. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot.

LATIHAN - PERSIB akan menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan ke-17 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 11 Januari 2026. Dalam pertandingan ini, PERSIB bisa tampil dengan kekuatan penuh.
LATIHAN - PERSIB akan menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan ke-17 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 11 Januari 2026. Dalam pertandingan ini, PERSIB bisa tampil dengan kekuatan penuh. (Dok. Persib)

Sampah anorganik dikirim ke fasilitas daur ulang agar dapat dimanfaatkan kembali. Sementara itu, sampah residu dimusnahkan di fasilitas khusus dengan mengikuti standar dan prosedur lingkungan yang berlaku.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja bersama banyak pihak, terutama keterlibatan aktif para Bobotoh.

"Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah refleksi dari kesadaran bersama bahwa sepak bola dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan. Kami melihat langsung bagaimana Bobotoh mulai terbiasa memilah dan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kemitraan dengan Jubelo membantu memastikan seluruh tahapan pengelolaan berlangsung terukur dan akuntabel.

"Euforia pertandingan selalu besar. Tantangannya adalah memastikan euforia itu tidak meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan. Dengan sistem yang tepat dan partisipasi Bobotoh, stadion bisa menjadi ruang hiburan yang juga ramah lingkungan," tambahnya.

Ke depan, Persib mengharapkan inisiatif ini terus bertumbuh dan menjadi bagian dari budaya menonton sepak bola di Stadion GBLA. Program zero waste management Persib bersama Jubelo sepanjang Desember 2025 ini juga terhubung dengan kampanye #PersibKanAkhirTahunMu.

Kampanye tersebut mengajak Bobotoh untuk berperan aktif membuang sampah ke tempat sampah terpilah yang tersedia di area stadion. Dari tindakan sederhana itu, sampah kemudian dikumpulkan, dipilah, dan dikelola secara bertanggung jawab.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan kampanye #JagaGBLAJagaPersib yang mendorong terciptanya atmosfer pertandingan yang aman, nyaman, dan inklusif.

Bagi Persib, menjaga Stadion Gelora Bandung Lautan Api adalah wujud kecintaan pada klub. GBLA dipandang sebagai rumah bersama yang perlu dijaga oleh semua pihak, baik ketika pertandingan berlangsung maupun di luar lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.