TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu bersama TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat kerja bakti membersihkan drainase yang tersumbat di Jl Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan ini sebagai upaya penanganan pascabanjir yang melanda permukiman warga di sekitar lokasi pada Kamis (8/1/2026) lalu.
Drainase yang tertutup rumput liar dan dipenuhi sampah diduga kuat menjadi salah satu pemicu meluapnya air hingga menggenangi kawasan permukiman.
Baca juga: Ombak Terobos Tanggul, Banjir Rob Rendam Jalan Desa Pangiang, Pengendara Kesulitan Melintas
Baca juga: Ditinggal saat Masak Minyak Kelapa, Dapur Warga Polewali Polman Hangus Terbakar
Banjir tersebut diketahui cukup parah.
Sejumlah rumah warga terendam air hujan bercampur lumpur, bahkan satu rumah dilaporkan ambruk akibat pondasinya terkikis derasnya aliran air.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, personel gabungan tampak bahu membahu membersihkan saluran air yang tertutup rapat.
Rumput liar yang tumbuh rimbun di sepanjang drainase dipangkas menggunakan parang, cangkul, serta alat-alat manual lainnya.
Sementara itu, sampah yang menyumbat aliran air, didominasi plastik dan limbah rumah tangga, dikumpulkan ke satu titik.
Sampah-sampah tersebut kemudian dimuat menggunakan mobil untuk selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasangkayu, Arhamuddin, yang ditemui di lokasi mengatakan, kerja bakti ini perlu dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengurangi potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Pembersihan drainase ini sangat penting agar aliran air kembali lancar. Kami tidak ingin kejadian banjir kemarin terulang, apalagi sampai merusak rumah warga,” ujar Arhamuddin.
Ia berharap, setelah dilakukan pembersihan, masyarakat juga ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.
Menurutnya, peran aktif warga sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan banjir dapat berjalan maksimal.
Adapun pembersihan drainase ini dipusatkan di titik-titik yang selama ini kerap menjadi lokasi genangan dan banjir, khususnya di sepanjang Jalan Moh Hatta dan kawasan permukiman padat di sekitarnya.
Arhamuddin juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Jangan membuang sampah ke saluran air karena dampaknya kembali ke kita semua,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga setempat, Amir, mengaku bersyukur dengan adanya kerja bakti tersebut. Ia menilai saluran drainase di wilayah itu memang sudah lama tertutup rumput dan sampah.
“Waktu hujan deras kemarin, air cepat sekali naik karena drainasenya mampet. Kami berharap setelah dibersihkan, banjir seperti kemarin tidak terjadi lagi,” tutur Amir.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan