TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Banjir rob kembali terjadi di Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu. Air laut naik hingga ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas warga, Sabtu (10/1/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, ombak dari laut yang berada tepat di samping jalan menerobos tanggul dan masuk ke badan jalan.
Akibatnya, jalan penghubung desa tersebut tergenang air laut sepanjang kurang lebih 30 meter.
Baca juga: Ditinggal saat Masak Minyak Kelapa, Dapur Warga Polewali Polman Hangus Terbakar
Baca juga: Erosi Sungai, Rumah Warga di Tampaure Pasangkayu Terancam, Tinggal 3 Meter dari Bibir Sungai
Tinggi air di atas jalan mencapai betis orang dewasa.
Kondisi ini menyebabkan pengendara, khususnya kendaraan roda dua, kesulitan melintas.
Sejumlah pengendara tampak berhati-hati saat melintas, bahkan sebagian memilih balik arah karena khawatir terjatuh.
Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga Desa Pangiang untuk keluar desa menuju jalan poros.
Salah seorang warga setempat, Papa Dini, yang ditemui di lokasi mengatakan banjir rob seperti ini sudah sering terjadi, terutama saat musim ombak tinggi.
“Kejadian seperti ini sudah sering, apalagi kalau musim ombak seperti sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, hantaman ombak tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga merusak fasilitas di sekitar pantai.
Dua gazebo yang berdiri di balik tanggul dilaporkan rusak akibat terjangan ombak.
Selain itu, tanggul penahan ombak juga mengalami kerusakan.
Tampak retakan pada bagian tanggul, bahkan pondasinya terlihat tergali akibat hantaman air laut.
Upaya penahan sementara berupa karung berisi pasir yang sebelumnya dipasang juga telah rusak.
Akibat air laut yang kerap naik ke jalan, sisa-sisa pasir pantai turut terbawa arus dan menumpuk di badan jalan, sehingga semakin membahayakan pengendara.
Papa Dini berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tanggul dan memberikan penanganan permanen agar banjir rob tidak terus berulang.
“Kami berharap ada perhatian serius, karena ini akses utama warga,” harapnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu yang sebelumnya dikonfirmasi menyampaikan pihaknya telah melakukan peninjauan di lokasi.
Upaya yang dilakukan sementara ini berupa edukasi kepada masyarakat, salah satunya dengan mendorong penanaman mangrove sebagai upaya mengurangi dampak abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan