TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah menyebut status siaga hidrometeorologi basah Provinsi Jambi 2025 telah berakhir pada 31 Desember 2025.
Namun, siaga darurat hidrometeorologi diperpanjang sampai 31 Januari 2026.
Sebab situasi tinggi muka air dan curah hujan serta indeksnya dari sedang hingga lebat.
Baca juga: Air Sungai Batanghari Jambi Berangsur Normal, BPBD Lakukan Pemantauan Rutin
Sehingga, hal tersebut diperlukan kewaspadaan menjelang 4 hingga 5 hari ke depan.
“Kita masih melihat situasi, kalau kemarin, beberapa hari yang lalu, tinggi muka air 45 batas yang ada di Provinsi Jambi. Ada pos yang kita lihat, itu tinggi muka air rata-rata memang masih di atas normal,” katanya.
Dia menjelaskan, Kabupaten Tanjab Barat terdampak hidrometeorologi basah.
“Itu ada di Merlung, tapi situasi masih normal. Ada dua tinggi muka air yaitu di Tebo dan di Tanjab Timur yang sudah melewati level pada level waspada,” tuturnya.
“Tetapi kondisi pada saat ini di seluruh wilayah Provinsi Jambi masih kondisi siaga darurat,” lanjutnya.
Baca juga: BPBD Batang Hari Jambi Tetapkan Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga Februari 2026
Sebab itu, Bachyuni mengimbau masyarakat agar tetap waspada.
Karena, curah hujan masih terus berlangsung sampai di akhir Januari 2026.
“Kepada masyarakat, ketika memang ada hujan deras untuk tetap melakukan kewaspadaan sehingga nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.
Sementara itu, Gubernur Jambi mengingatkan agar semua pihak selalu waspada dan bersiap siaga terkait bencana hidrometeorologi. (Tribun Jambi/ Syrillus Krisdianto)