Niat Menikmati Sunrise, Dua Pemuda Justru Ditusuk Brutal di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu
January 10, 2026 04:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Niat menikmati keindahan matahari terbit justru berubah menjadi peristiwa berdarah. 

Dua pemuda di Bengkulu menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal saat menunggu sunrise di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, Sabtu (10/1/2026) pagi. 

Peristiwa penusukan Danau Dendam Tak Sudah tersebut kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian Polresta Bengkulu.

Korban diketahui bernama Edo Rahman (20) merupakan seorang mahasiswa yang berdomisili di Desa Pasma Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. 

Korban kedua yaitu Rafles Habib (20) merupakan warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. 

Keduanya mengalami luka serius akibat diserang menggunakan senjata tajam dan benda tumpul oleh sekelompok pelaku yang diduga berjumlah sekitar 10 orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, peristiwa penusukan Danau Dendam Tak Sudah terjadi saat kedua korban bersama dengan 3 orang temannya sedang berada di sekitar kawasan danau sebuh sekitar pukul 05.00 WIB. 

Mereka datang dengan tujuan menunggu sunrise atau matahari terbit, yang selama ini dikenal menjadi daya tarik tersendiri di lokasi tersebut. 

Namun, suasana tenang berubah mencekam ketika sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 10 orang mendatangi mereka, dan melakukan pengeroyokan.

Korban Edo Rahman mengalami luka tusuk senjata tajam jenis keris di bagian belakang tubuhnya, namun korban masih sempat melarikan diri ke arah bawah jembatan yang ada di lokasi.

Sementara itu, korban Rafles Habib mengalami luka yang lebih banyak, di antaranya luka tusuk di bagian paha dan perut, luka gores di dekat mata, luka pada tangan, serta bengkak di beberapa bagian tubuh akibat dipukuli oleh pelaku.

Salah satu teman korban, Wilman (23), menjelaskan bahwa setelah diserang kedua korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari lokasi kejadian. 

Dalam kondisi terluka, korban kemudian menghubungi dirinya untuk meminta pertolongan.

"Setelah saya dihubungi, saya langsung menjemput mereka dan membawa ke rumah sakit supaya segera mendapatkan perawatan medis," ujar Wilman saat ditemui TribunBengkulu.com, Sabtu (10/1/2026).

Setelah mendapatkan penanganan medis awal di rumah sakit, sekitar pukul 10.00 WIB, kedua korban mendatangi Polresta Bengkulu untuk melaporkan peristiwa penusukan Danau Dendam Tak Sudah tersebut. 

Baca juga: Tangis Pecah Keluarga Anak Hanyut di Rejang Lebong saat Pencarian di Danau Suro Nini Pulanglah

Hingga siang hari, korban masih berada di dalam ruang penyidik untuk dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.

"Sampai saat ini korban masih di dalam Polresta Bengkulu untuk membuat laporan resmi," kata Wilman.

Berdasarkan keterangan sementara dari korban, mereka tidak mengenali satu pun pelaku, menurut pengakuan korban, para pelaku datang secara bergerombol dan langsung melakukan penyerangan tanpa banyak bicara. 

Dari sekitar 10 orang yang datang, korban mengingat setidaknya ada dua orang yang secara aktif menyerang menggunakan senjata tajam.

"Kalau kata korban, mereka semua masih muda, mungkin sekitar umur 17 sampai 25 tahun,"ujar Wilman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.