TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Polda Jatim telah memeriksa sejumlah saksi terkait laporan dugaan perusakan tanaman kopi milik PTPN I Regional 5 di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Pemeriksaan ini tindak lanjut dari laporan PTPN atas kerusakan kebun kopi yang kembali terjadi pada akhir 2025.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan hingga saat ini telah memintai keterangan dari sekitar enam orang saksi.
“Kita masih pemeriksaan saksi-saksi, mendalami. Sambil mungkin Pemda ada pendekatan pada warga,” ujar Arbaridi usai menghadiri doa bersama di Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, Bondowoso, Jumat (9/1/2026) malam.
Baca juga: Perusakan Kebun Kopi PTPN Bondowoso Terulang, 17.499 Pohon Rusak dalam Sehari
Ia menjelaskan para saksi yang telah diperiksa berasal dari internal PTPN.
“Dari PTPN, ya pegawai-pegawainya,” ungkapnya.
Diketahui, dugaan perusakan terbaru terjadi pada 19 Desember 2025, dengan jumlah kerusakan mencapai 17.499 pohon kopi yang berada di lahan seluas 18,10 hektare. Peristiwa ini tercatat sebagai kejadian ketujuh sejak 2023 yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal.
Corporate Secretary PTPN I Regional 5, R. I. Setyobudi, menyampaikan pihak perusahaan akan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jawa Timur melalui tim hukum internal.
“Iya, kami akan melapor ke pihak berwajib,” ujar Setyobudi saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Pos Pengamanan Nataru Bondowoso, Disediakan Tambal Ban, Kopi, dan Cek Kesehatan Gratis
Ia membenarkan perusakan kebun kopi telah terjadi berulang kali. Secara kumulatif, PTPN I Regional 5 telah melayangkan enam laporan ke Polres Bondowoso dan empat laporan ke Polda Jawa Timur.
Dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, total tanaman kopi yang dirusak mencapai 175.399 pohon di area sekitar 94 hektare. Perusahaan memperkirakan total kerugian material mencapai Rp6,4 miliar, termasuk kerusakan bangunan dan sejumlah kendaraan operasional.
Nilai tersebut belum mencakup potensi kehilangan hasil panen kopi, mengingat sebagian tanaman yang ditebang belum memasuki masa produktif.
(TribunJatimTimur.com)