TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Femung Pebaya resmi meningkatkan status Tempat Pelayanan (TP) Mulun Do menjadi Kantor Cabang.
Peningkatan status operasional ini mulai diberlakukan secara penuh sejak awal tahun ini, Rabu (7/1/2026).
Langkah strategis tersebut diambil sebagai upaya lembaga untuk menghadirkan pelayanan finansial yang lebih profesional dan terjangkau bagi masyarakat di Malinau.
Ketua Pengurus KSP CU Femung Pebaya, Henry Pangiran, menyampaikan Kantor Cabang Mulun Do kini telah didukung struktur manajemen yang lebih lengkap.
"Saat ini sudah dipimpin oleh seorang manajer dengan tim pendukung yang lebih memadai. Tujuannya agar pelayanan kebutuhan finansial anggota bisa maksimal," ujarnya kepada TribunKaltara.com.
Baca juga: KSP CU Femung Pebaya Perluas Akses Layanan Melalui Mal Pelayanan Publik Malinau
Berdasarkan data posisi Januari 2026, TP Mulun Do mencatatkan pertumbuhan positif dengan perolehan aset mencapai Rp 35,4 miliar.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.989 orang telah bergabung menjadi anggota di wilayah pelayanan tersebut.
Menatap tahun buku 2026, manajemen menetapkan target aset yang lebih kuat yakni sebesar Rp 37,9 miliar dengan jumlah anggota diproyeksikan naik menjadi 2.255 orang.
"Tahun ini fokus kita adalah mendorong partisipasi aktif anggota hingga mencapai angka 55 persen," jelas pria yang akrab disapa Henry tersebut.
Selain penguatan struktur, CU Femung Pebaya turut meluncurkan inovasi produk keuangan baru yang diberi nama Simpanan Busak.
Produk ini dirancang khusus untuk memfasilitasi anggota yang ingin memulai maupun mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca juga: 23 Tahun Berkarya, Koperasi CU Femung Pebaya Gelar Aksi Sosial dan Komitmen Layanan Berkelanjutan
Henry menjelaskan, filosofi Busak atau bunga diharapkan dapat tumbuh menjadi buah yang manis bagi perekonomian anggota.
"Melalui Simpanan Busak, anggota kita berikan akses pinjaman modal dengan suku bunga rendah, hanya sebesar 0,95 persen," bebernya.
Dalam target kinerja tahun 2026, manajemen juga mematok angka simpanan di angka Rp 31,7 miliar dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 28,6 miliar.
Pihak manajemen berkomitmen terus menekan angka kredit lalai agar kesehatan koperasi tetap terjaga di tengah ekspansi layanan.
(*)
Penulis : Mohammad Supri