WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Tumpukan sampah hampir menutupi setengah badan Jalan Kaliabang Ceger, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Sabtu (10/1/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena telah berlangsung cukup lama.
Salah seorang warga sekitar, Rohayah (57), mengatakan penumpukan sampah tersebut sudah terjadi sekitar enam bulan terakhir. Menurutnya, kondisi itu dipicu oleh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang penuh.
“Sekira setengah tahunan atau enam bulanan sampah itu,” kata Rohayah kepada Tribun Bekasi di lokasi, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, sampah yang menumpuk didominasi sampah rumah tangga. Namun, tumpukan tersebut tidak hanya berasal dari warga sekitar, melainkan juga dari orang-orang yang melintas di kawasan tersebut dan membuang sampah sembarangan.
“Sampah rumah tangga, tapi sampah liar. Bukan sampah warga sini saja, dari mana saja orang buang,” jelasnya.
Selain hampir menutup setengah badan jalan, Rohayah menuturkan penumpukan sampah tersebut kerap memicu kecelakaan, terutama pada malam hari. Kondisi itu diperparah dengan minimnya penerangan sehingga pengendara tidak menyadari adanya tumpukan sampah di jalan.
Baca juga: Dikejar Berhari-hari Usai Video Viral, Pelaku Penusukan Kemang Dibekuk di Pelabuhan Surabaya
“Kadang bau, terus juga bisa picu kecelakaan. Motor yang jalan kencang malam-malam tidak lihat sampah, jadi nabrak,” tuturnya.
Terkait respons Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Rohayah mengaku sampah di lokasi tersebut sempat diangkut menggunakan kendaraan berukuran besar. Namun, pengangkutan tidak dilakukan secara tuntas karena volume sampah yang terlalu banyak.
“Kalau pemerintah sih sudah pernah ngangkut pakai mobil gede, tapi karena sampahnya kebanyakan, masih ada sisa,” ujarnya.
Rohayah menambahkan, sudah hampir enam bulan terakhir sampah di lokasi tersebut belum kembali diangkut oleh petugas kebersihan. Padahal sebelumnya, pengangkutan sampah dilakukan secara rutin, yakni sekitar tiga kali dalam sepekan.
“Dulu rutin, seminggu tiga kali. Tapi sejak enam bulan lalu ya begini, belum diangkut lagi,” ucapnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab sampah tersebut tidak kunjung diangkut. Namun, ia berharap petugas segera membersihkan lokasi tersebut karena dinilai sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
“Pengennya cepat diangkut, bersih, dan baunya hilang,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan jurnalis Tribun Bekasi di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, bau tidak sedap dari tumpukan sampah tersebut membuat pengendara sepeda motor, pesepeda, hingga pejalan kaki terpaksa menutup hidung untuk mengurangi aroma menyengat.
Tumpukan sampah itu juga benar hampir menutup setengah badan jalan. Saat dua mobil melintas dari arah berlawanan, salah satu kendaraan harus mengalah dan bergantian melaju.
Penumpukan sampah tersebut terlihat memanjang sekitar 10 hingga 15 meter. (M37)