Nelayan Tak Melaut Cuaca Buruk Harga Ikan di Mateng Naik 2 Kali Lipat Rp30 Ribu ke Rp60 Ribu per Kg
January 11, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Harga ikan di Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat melonjak dua kali lipat akibat kelangkaan.

Kelangkaan terjadi karena nelayan tak bisa melaut, sebab cuaca buruk.

Mella, pedagang ikan cakalang mengatakan, harga ikan melonjak tinggi.

Baca juga: Cesar Meylan Profesor Fisik Peraih Emas Olimpiade Perkuat Timnas Dampingi John Herdman

Baca juga: Remaja 15 Tahun di Bulukumba Bunuh Ayah Perkara Tak Dibelikan Motor, Pelaku Juga Sempat Pukul Ibunya

Sebelumnya harga ikan cakalang Rp30 ribu perkilogram naik menjadi Rp60 ribu perkilogram.

"Kenaikannya dua kali lipat," kata Mella kepada wartawan Tribun-Sulbar.com, Minggu (11/6/2026).

Nelayan di Mamuju Tengah kesulitan melaut, karena badai melanda tiga pekan terakhir.

perahu nelayan tak melaut
CUACA EKSTREM - Perahun nelayan tertambat di pesisir pantai Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (11/1/2025). (Sandi/Tribun)

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Minggu (11/1/2025), perahu tradisional tertambat di pantai.

Sementara nelayan dan keluarganya menghadapi tekanan ekonomi.

Ombak Tinggi

Kondisi cuaca ekstrem, dipicu oleh anomali cuaca di wilayah perairan Indonesia.

Membuat ombak di laut Mamuju Tengah cukup tinggi, berpotensi membahayakan nelayan.

"Situasi ini berbahaya bagi perahu-perahu berukuran kecil dan menengah," ucap Sukri (35) dengan nada lesu, seorang nelayan di Desa Babana, Kecamatan Budong-budong. 

Memang, lautan seperti mengamuk, anginnya kencang sekali. 

"Memaksakan diri berlayar sama saja dengan mencari musibah," tambahnya sembari mengecat perahunya.

Alih-alih menghadap ombak, para nelayan memanfaatkan waktu dengan memperbaiki perahu, jaring, mesin perahu, dan perlengkapan melaut lainnya yang rusak. 

Aktivitas biasanya dilakukan sesekali, kini menjadi fokus utama selama masa tunggu.

Untuk mengisi kekosongan pendapatan, sejumlah nelayan terpaksa mencari pekerjaan sampingan. 

Ada yang beralih menjadi buruh serabutan dan berkebun.

"Mudah-mudahan segera membaik (cuaca)," harapnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Tengah telah mengingatkan nelayan tidak melaut.

Mengingat cuaca ekstrem saat ini melanda Mamuju Tengah.

Diperkirakan, cuaca ekstrem melanda di awal tahun 2026. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugerah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.