TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Sepasang suami istri menjadi korban tertimpa runtuhan bangunan di Jl Keindahannya 12 Blok AA Nomor 171, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Minggu (11/1/2026) sore.
Korban diketahui bernama Muh Raihan Arsal dan istrinya, Nur Aisyah Bahar.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan warga sekitar melalui layanan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, sekitar pukul 15.55 Wita.
Bahkan, ada warga yang datang langsung ke Pos Damkarmat Tamalanrea untuk melaporkan kejadian tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Damkarmat Pos Tamalanrea langsung bergerak cepat ke lokasi.
Kepala Dinas Damkatmat Makassar, Fadli Wellang menyampaikan, tom berangkat satu menit setelah laporan diterima, tepat pukul 15.56 Wita, dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.05 Wita.
Proses penanganan dan evakuasi dimulai pada pukul 16.06 Wita.
Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi bangunan yang runtuh serta adanya korban perempuan yang tengah hamil tua.
Berdasarkan keterangan korban perempuan, suaminya berusaha melindungi dirinya dari reruntuhan bangunan.
Aksi tersebut membuat sang istri yang sedang mengandung delapan bulan berhasil selamat dan keluar dari titik reruntuhan.
“Suaminya menahan dan melindungi istrinya dari reruntuhan, sehingga korban perempuan bisa selamat,” ucap Fadli Wellang kepada Tribun Timur.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sejumlah peralatan rescue.
Diantaranya spryder bolt, cutter manual, hooligan tools, serta tali webbing untuk memastikan korban dapat dievakuasi dengan aman tanpa menimbulkan risiko tambahan.
Setelah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, kedua korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo menggunakan ambulans milik Dinas Kesehatan Kota Makassarm
Korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Akibat kejadian tersebut, korban laki-laki mengalami sejumlah trauma dan luka.
Di antaranya pada bagian tengkuk leher, panggul, serta paha sebelah kiri.
Sementara kondisi kehamilan korban perempuan terus dipantau oleh tim medis.
"Ada luka lecet di bagian wajahnya tadi istrinya, luka di bibir. Istrinya masih lemas pucat dan sedang hamil 8 bulan," jelas Fadli.
Proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 17.00 Wita.
Selanjutnya, tim Damkarmat kembali ke pos pada pukul 17.10 Wita setelah memastikan lokasi aman dan tidak membahayakan warga sekitar.
Petugas Damkarmat Makassar mengimbau warga agar selalu waspada terhadap kondisi bangunan, terutama di tengah cuaca ekstrem.
Serta segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan resmi agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat
Adapun insiden tersebut terjadi bersamaan dengan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar. (*)