Turis Malaysia Jadi Korban Kecelakaan Avanza Vs Truk di Bintan, Saksi Dengar Suara 'Brak'
January 11, 2026 08:07 PM


BINTAN, TRIBUNBATAM.id
- Lima wisatawan asal Malaysia ikut menjadi korban kecelakaan di Bintan, Kepri, Sabtu (10/1/2026) yang melibatkan truk dan Toyota Avanza di Jalan Lintas Barat, Desa Busung.

Gerard, warga Busung menyebut, kelima turis itu bersama seorang sopir, berada di mobil Toyota Avanza saat kecelakaan terjadi.

Informasi yang didapatnya, sudah dua hari turis Malaysia tersebut berada di Bintan. Dan mobil yang terlibat kecelakaan itu adalah mobil travel. 

"Kemarin ada yang bilang mereka baru saja jalan ke Patung 1000 dan hendak menuju ke Tanjunguban, lalu naik speed boat ke Batam, selanjutnya pulang ke Malaysia," ujar Gerard, Minggu (11/1/2026). 

Diduga, sopir mobil Toyota Avanza buru-buru berkendara karena takut ketinggalan kapal, lalu masuk ke jalur lawan hingga mengantam truk yang berada di depannya.

Gerard sendiri mendengar suara 'brak' yang cukup keras saat tabrakan dua kendaraan itu.

Saat detik-detik tabrakan terjadi, dia berjarak sekitar 20 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kala itu dia sedang duduk bersama rekannya di teras rumah.

Sontak dia langsung berlari mendekati lokasi kejadian, tanpa mengenakan baju dan alas kaki.

"Saya spontan lari ke tempat tabrakan. Di sana saya lihat kedua kendaraan sudah dalam kondisi rusak," ujarnya.

Di lokasi juga sudah banyak warga dan pengendara lainnya yang berkumpul.

Ia menyebut, truk alami kerusakan paling parah. Kerusakan hingga ke kabin truk.

"Kedua ban depan copot. As-nya patah," katanya.

Sedangkan mobil Toyota Avanza yang menjadi lawan truk, alami kerusakan di bagian depan. Bodi depan remuk termasuk kedua ban pecah.

Kaca utama kedua kendaraan itu pecah hingga berserakan di badan jalan.

Oli dan minyak masing-masing kendaraan tumpah di lokasi kejadian.

Sejumlah pengendara dan warga setempat pun berusaha menyelamatkan ke tujuh korban.

"Sopir lori hanya seorang diri. Sementara mobil Avanza ada 6 orang, termasuk sopir," ujarnya.

Selang beberapa menit, penumpang Avanza dievakuasi keluar dari mobil dan langsung dilarikan ke RSJKO Tanjunguban menggunakan mobil ambulans.

"Sopir truk tidak alami luka-luka," ujarnya.

Semua korban dalam kondisi luka ringan dan sedang. Tidak ada luka berat.

Kondisi Lokasi Kecelakaan

Sementara itu, lokasi kecelakaan di Jalan Simpang Jembatan, Lintas Barat, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, pasca kecelakaan masih dihiasi serpihan kaca, Minggu (11/1/2026).

Pecahan kaca itu berserakan di sebelah kiri dan kanan jalan hingga depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 Seri Kuala Lobam.

Tak hanya itu, oli dan bercak darah pun masih menempel dan membekas di atas tanah.

Darah segar dan tumpahan solar itu ditutup dengan pasir.

Di area aspal terlihat coretan dan gambar putih, yang menandakan sudah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), oleh Satlantas Polres Bintan.

Selain itu, sparepart lain, seperti bodi depan kedua kendaraan juga masih tersisa di TKP.

Bentuknya kini tak utuh lagi, sudah hancur berkeping-keping.

Berdasarkan pantauan TribunBatam.id, sejumlah sparepart itu tersebar hanya 10-30 sentimeter saja.

Lalu beberapa bagian aspal tampak tergores akibat benturan kendaraan.

Ada bekas rem berwarna hitam menempel di atas aspal kurang lebih 1 meter sebelum lokasi tabrakan.

Jalan Lintas Barat itu, tampak mulus, tidak ada lubang atau kerusakan di area kecelakaan.

Hanya saja, ada pengkolan yang berjarak 5 meter.

Seorang warga Busung, Gilang mengaku kaget atas kecelakaan tersebut.

"Saya dengar bunyi brak. Awalnya saya pikir ada ban pecah. Begitu saya mendekat ternyata ada tabrakan," ujar Gilang, saat ditemui Tribun Batam.id di lokasi kecelakaan.

Gilang mengaku di lokasi ini kerap kali terjadi kecelakaan.

Pada tahun 2025 yang lalu, sudah ada 2 kali terjadi kecelakaan tidak jauh dari TKP saat ini.

"Belum lama ini, ada lori juga terperosok di area ini. Sopirnya selamat," ujarnya.

Sementara itu, Kasihumas Polres Bintan AKP Bako menyebutkan peristiwa kecelakaan ini terjadi pada, Sabtu (10/1/2026) sekira pukul 12.20 WIB.

Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni, truk warna Kuning BP 8218 LA yang dikemudikan M. Irfandi dengan Toyota Avanza warna Silver BP 1456 BE yang dikemudikan Frederik Patar.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tujuh korban yang terlibat dalam kecelakaan ini. Mereka hanya alami luka ringan dan sedang," ucap Bako, Minggu (11/1/2026).

Sebelum kecelakaan, truk datang dari arah Tanjunguban sementara mobil Avanza datang dari arah berlawanan, Simpang Lagoi.

Dugaan sementara, Avanza yang membawa lima penumpang keluar jalur, sehingga menabrak truk.

"Kedua kendaraan itu sudah kami amankan di Mapolres Bintan, untuk penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Adapun kerugian materil mencapai Rp70 juta. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.