Realisasi Investasi Kaltim Rp70,43 Triliun hingga Triwulan III/2025, Peringkat 6 Nasional
January 11, 2026 08:08 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Realisasi investasi Kalimantan Timur 2025 hingga Triwulan III menembus Rp70,43 triliun, mendekati target tahunan Rp79,86 triliun. 

Capaian ini mempertegas posisi Kaltim sebagai salah satu destinasi investasi utama nasional, sekaligus mengokohkan peringkat keenam di Indonesia.

Secara nasional, Kaltim berada tepat di bawah Jawa Barat (Rp218,17 triliun), DKI Jakarta (Rp204,15 triliun), Jawa Timur (Rp105,09 triliun), Sulawesi Tengah (Rp97,6 triliun), dan Banten (Rp91,58 triliun). Konsistensi ini mencerminkan iklim usaha yang semakin kompetitif dan terarah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, merincikan bahwa komposisi investasi Benua Etam didominasi;

  • Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp55,9 triliun
  • Penanaman Modal Asing (PMA): Rp14,53 triliun

Baca juga: DPRD Balikpapan Soroti Ketergantungan Pangan Luar Daerah, Dorong Peluang Investasi Sektor Peternakan

“Saat ini, tim terkait masih melakukan penghitungan final untuk realisasi tambahan pada triwulan IV,” sebut Fahmi, Minggu (11/1/2206).

Efek Domino IKN dan Sektor Unggulan

Fahmi menekankan bahwa masuknya investasi bukan sekadar angka, melainkan motor penggerak ekonomi masyarakat.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disebutnya menjadi katalisator utama yang menarik berbagai proyek strategis nasional masuk ke wilayah penyangga.

"Setiap proyek atau usaha baru menciptakan efek domino, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok lingkungan sekitar hingga penyerapan tenaga kerja lokal secara masif," tegasnya.

Sektor penyumbang investasi terbesar di Kaltim tahun 2025 sendiri masih didominasi sektor pertambangan.

Baca juga: Kalimantan Timur Masuk 3 Besar Provinsi dengan Perokok Terendah 2025 Versi BPS

Pada 2025, sektor pertambangan masih menjadi kontributor terbesar. Dari PMDN, pertambangan mencatat Rp21,25 triliun, disusul:

  • Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi: Rp8,57 triliun
  • Tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan: Rp7,21 triliun
  • Jasa lainnya: Rp4,58 triliun
  • Transportasi, pergudangan, dan komunikasi: Rp3,55 triliun
  • Industri makanan: Rp3,1 triliun
  • Perdagangan dan reparasi: Rp2,42 triliun
  • Industri logam dasar dan peralatan: Rp1,71 triliun
  • Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran: Rp1,31 triliun

Dari PMA, pertambangan juga teratas dengan Rp3,63 triliun, diikuti:

  • Industri kertas dan pencetakan: Rp2,51 triliun
  • Industri makanan: Rp2,19 triliun
  • Tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan: Rp1,76 triliun
  • Industri kimia dasar dan farmasi: Rp1,1 triliun
  • Industri logam dasar dan peralatan: Rp1,01 triliun
  • Perdagangan dan reparasi: Rp690 miliar
  • Industri mineral non-logam: Rp500 miliar
  • Transportasi, pergudangan, dan komunikasi: Rp420 miliar

Melihat berbagai sektor di atas, pertumbuhan signifikan, kata Fahmi tampak pada sektor transportasi, pergudangan, industri makanan.

Baca juga: Daftar 3 Proyek Hilirisasi Nasional yang Ada di Kaltim, Permintaan Wagub Seno Aji pada Danantara

Hingga pembangunan kawasan perumahan dan perkantoran yang terus bertumbuh seiring progres pembangunan IKN.

“Kita optimis sampai pada triwulan IV bisa mencapai target yang ditetapkan Kementerian Investasi atau BKPM, serta menjadi mitra promosi untuk investasi di wilayah IKN,” kata Fahmi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.