Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan di Aceh Tengah, Jalankan Program Tanggap Bencana
January 11, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan Tribungayo|Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, Takengon - Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala Se-Indonesia bersama Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala Se-Indonesia mendirikan Posko Kemanusiaan Mapala Se-Indonesia dalam aksi tanggap bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah.

Posko di Aceh tersebut berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi penanganan bencana di lapangan.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan mahasiswa pecinta alam (Mapala) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, relawan, serta masyarakat setempat. 

Selama masa tanggap darurat, tim menjalankan empat program utama, yakni pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR), penyaluran logistik, pembersihan fasilitas umum, serta pelayanan dan penanganan medis bagi warga terdampak.

Kegiatan difokuskan pada sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor, meliputi Kecamatan Linge (Desa Pantan Nangka, Penarun, Jamat, Reje Payung, dan Delung Sekinel), Kecamatan Bintang (Desa Kelitu, Sintep, Syiah Utama, dan Kala Segi), Kecamatan Kebayakan (Desa Jongok Meluem), serta Kecamatan Ketol (Desa Bah).

Koordinator Pusat PKN Mapala Se-Indonesia, Muh.Yusril Sudarmin menyatakan, kehadiran Mapala tidak hanya ditujukan untuk respons darurat, tetapi juga untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

“Mapala Se-Indonesia hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi memastikan proses penyelamatan, pemulihan, dan edukasi kebencanaan berjalan secara terpadu. Posko ini kami dirikan sebagai pusat koordinasi agar seluruh potensi relawan dan bantuan dapat bekerja efektif dan tepat sasaran,” ujarnya,Minggu (11/1/2026).

Dalam pelaksanaan empat program tersebut, Tim Mapala Se-Indonesia menyalurkan sekitar 20 ton bantuan logistik yang terdiri atas kebutuhan pangan, perlengkapan penerangan, peralatan darurat, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.

Selain bantuan fisik, tim juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak, terutama yang sedang menjalani masa libur sekolah.

Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif, permainan, pendampingan psikososial, serta kegiatan nonton layar tancap berhadiah guna membantu pemulihan kondisi mental masyarakat pascabencana.

Pada sektor lingkungan dan fasilitas umum, Mapala Se-Indonesia melakukan pembersihan masjid dan ruas jalan dari material lumpur dan longsor.

Tim juga membuka jalur evakuasi serta menetapkan titik kumpul warga sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Di bidang kesehatan, tim melakukan pemeriksaan kesehatan, penanganan medis, serta pemberian obat-obatan kepada masyarakat terdampak di sejumlah lokasi pengungsian dan permukiman.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga lebih siap menghadapi potensi bencana ke depan. Edukasi jalur evakuasi dan titik kumpul menjadi bagian penting dari kerja kemanusiaan kami,” kata Koordinator PKN Mapala Se-Indonesia.

Aksi kemanusiaan ini menunjukkan peran Mapala Se-Indonesia sebagai relawan berbasis kampus dalam penanggulangan bencana nasional dengan mengedepankan nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.(*)

Baca juga: Wagub Aceh Dampingi Mendagri ke Gayo Lues, Tinjau Jembatan Badak dan Aih Bobo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.