Basarnas Ungkap Kronologi Pencarian dan Penemuan Mayat Nini di Sungai Musi, Kepahiang Bengkulu
January 11, 2026 08:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kepala Unit Basarnas Rejang Lebong, Yudi Patria mengungkap kronologi pencarian dan penemuan jenazah anak perempuan bernama Isnati Husnaini (8) yang ditemukan di aliran Sungai Musi, Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, pada Minggu (11/1/2026) siang.

Isnati Husnaini merupakan seorang pelajar sekolah dasar yang sebelumnya dilaporkan hanyut sejak Jumat (9/1/2026) siang di kawasan BTN Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah.

Kepastian identitas korban diperoleh setelah ciri-ciri fisik jenazah yang ditemukan sesuai dengan data korban yang selama ini dicari tim gabungan.

Kepala Unit Basarnas Rejang Lebong, Yudi Patria, menjelaskan bahwa sejak awal pencarian pihaknya telah memperkirakan korban berpotensi terbawa jauh dari lokasi awal. Hal itu disebabkan derasnya arus air sejak hari pertama korban dilaporkan hanyut.

“Sejak awal kami sudah membahas bahwa kemungkinan korban sudah terbawa cukup jauh dari titik awal. Arus air saat itu sangat deras,” ujar Yudi kepada TribunBengkulu.com, Minggu (11/1/2026) sore.

Meski demikian, tim SAR tetap melakukan pencarian secara bertahap dan menyeluruh di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban ditemukan. 

Salah satunya dengan menyisir aliran air hingga ke wilayah Danau Suro, Kabupaten Kepahiang.

“Karena masih ada kemungkinan jasad korban berada di sekitar lokasi-lokasi terdekat, maka pencarian kami fokuskan di beberapa titik. Termasuk kami lakukan pencarian di Danau Suro Kepahiang,” tambahnya.

Hingga akhirnya, jasad korban ditemukan di aliran Sungai Musi, Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang. 

Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari Danau Suro, dan jika dihitung dari lokasi awal korban hanyut di Curup Tengah, jaraknya mencapai lebih dari 30 kilometer.

Yudi menegaskan, jauhnya jarak tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk yang terjadi sejak hari pertama pencarian. 

Hujan deras menyebabkan debit air selokan dan sungai meningkat drastis, sehingga arus menjadi sangat kuat.

“Betul, kenapa jasad bisa sampai ke sana, karena sejak hari pertama debit air selokan dan sungai sangat tinggi akibat hujan deras,” jelasnya.

Saat ditemukan, jenazah korban tersangkut di antara tumpukan sampah dan kayu di aliran Sungai Musi. 

Kondisi jenazah juga menunjukkan sejumlah luka lecet dan bekas benturan, diduga akibat terbawa arus deras dan menghantam benda-benda selama hanyut.

“Untuk kondisi korban, ditemukan tersangkut di antara sampah dan kayu. Ada luka-luka lecet dan benturan di tubuhnya,” pungkas Yudi.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan, dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

JENAZAH NINI - Jenazah Nini, bocah yang hanyut di Curup Tengah, akhirnya tiba di rumah duka, Minggu (11/1/2026). Tangis keluarga pecah saat korban disemayamkan.
JENAZAH NINI - Jenazah Nini, bocah yang hanyut di Curup Tengah, akhirnya tiba di rumah duka, Minggu (11/1/2026). Tangis keluarga pecah saat korban disemayamkan. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Tangis Keluarga

Jenazah Isnati Husnaini alias Nini, bocah yang dilaporkan hanyut di Curup Tengah, Rejang Lebong, akhirnya diserahkan kepada keluarga di rumah duka, Minggu (11/1/2026) sore. 

Kedatangan jenazah yang diantar dari RSUD Kepahiang itu disambut tangis pilu orang tua dan kerabat, setelah dua hari pencarian berakhir dengan duka mendalam.

Jenazah Nini diantar menggunakan mobil ambulans dari RSUD Kepahiang, jenazah tiba di kediaman orang tua korban sekira pukul 17.35 WIB.

Kedatangan ambulans sontak mengundang kerumunan warga yang sejak sore telah menanti di depan rumah sederhana tersebut.

Tangis keluarga pecah saat jenazah diturunkan dari mobil ambulans.

Orang tua korban, Muhammad Iksan dan Nurmufidah, terlihat tak kuasa menahan kesedihan saat melihat jasad putri tercinta yang akrab disapa Nini itu kembali ke rumah, namun dalam keadaan tak bernyawa.

Jenazah korban kemudian langsung dibawa masuk ke dalam rumah untuk disemayamkan.

Isak tangis tak hanya terdengar dari pihak keluarga, tetapi juga dari para tetangga, tim relawan, serta berbagai pihak yang turut hadir melayat dan memberikan dukungan moril.

Sejak kabar hanyutnya korban dua hari lalu, rumah duka di kawasan BTN Air Bang memang tak pernah sepi dari doa dan harapan.

Namun, takdir berkata lain. Setelah disemayamkan, jenazah korban rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Air Bang.

Kepergian Isnati Husnaini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi warga sekitar yang mengenal korban sebagai anak yang ceria dan ramah.

Nini Hanyut

Peristiwa tersebut terjadi saat korban pulang ke rumah bersama saudari kembarnya.

Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan.

Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M. Hasan Basri, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat itu, korban bersama saudari kembarnya, Nana (8), berjalan kaki pulang dari rumah temannya menuju rumah.

Dalam perjalanan, keduanya melintas di sekitar siring atau saluran air yang berada di lingkungan perumahan warga.

Kondisi siring saat itu dialiri air dengan arus yang sangat deras akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Rejang Lebong sejak beberapa hari terakhir.

“Ketika melintas di dekat siring, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam saluran air irigasi milik warga," jelas Hasan.

Korban yang terjatuh tidak sempat menyelamatkan diri. Derasnya aliran air langsung menyeret tubuh korban menjauh dari lokasi awal kejadian.

Sementara itu, saudari kembar korban tidak dapat memberikan pertolongan karena kondisi arus yang berbahaya.

Melihat kejadian tersebut, saksi di sekitar lokasi langsung berteriak meminta pertolongan warga.

Warga bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian dengan menyusuri aliran irigasi.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk proses pencarian,” tambahnya.

Hingga saat ini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyusuri aliran air dan sungai yang terhubung dari lokasi awal korban hanyut.

Proses pencarian terus diperluas dengan harapan korban bisa segera ditemukan.

"Pencarian masih terus dilakukan, sampai sekarang belum ditemukan, doakan semoga segera ketemu," tutupnya.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.