TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aktris Aurelie Moeremans akhirnya buka suara mengenai awal pertemuan dengan sosok pelaku kasus child grooming yang dialaminya.
Aurelie Moeremans mengungkap, perkenalan tersebut terjadi secara tak terduga di lokasi syuting sebuah proyek, saat dirinya masih berusia sangat muda dan belum memahami risiko yang mengintai.
Pengakuan ini pun membuka tabir bagaimana proses pendekatan pelaku berlangsung secara perlahan, hingga membuat Aurelie Moeremans baru menyadari dampak seriusnya bertahun-tahun kemudian.
Baca juga: 7 Pria Mantan Kekasih Aurelie Moeremans Sebelum Dinikahi Tyler Bigenho, Termasuk Roby Tremonti
Artis dan penyanyi Aurelie Moeremans mengaku menjadi korban grooming di usia 15 tahun.
Aurelie menceritakan kisah tersebut melalui sebuah buku yang ia tulis bertajuk Broken Strings.
Untuk diketahui, grooming merupakan istilah ketika seorang anak berada di bawah manipulasi orang yang lebih dewasa darinya.
Hal itu disampaikan Aurelie melalui akun Instagram miliknya.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie, dikutip Kompas.com, Minggu (11/1/2025).
Aurelie mengatakan, buku ini berisi tentang bagaimana ia dimanipulasi dan dikontrol hingga akhirnya menjalani proses pemulihan diri.
“Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie.
Aurelie menambahkan, buku tersebut ditulis dari sudut pandangnya sebagai korban tanpa romantisasi.
“Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban,” ujar Aurelie.
Adapun buku ini bisa didapatkan secara gratis melalui tautan yang ia sematkan di media sosialnya.
Istri Tyler Bigenho itu juga menyebut bahwa buku tersebut mendapat banyak atensi publik hingga telah dibaca oleh puluhan ribu orang.
“Sudah dibaca puluhan ribu orang. Dan cerita yang sudah menyentuh banyak hati, enggak bisa dihapus,” tutup Aurelie.
Dalam bab awal buku ini, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Bobby, yang merupakan nama samaran.
Pertemuan yang terjadi di lokasi syuting itu menjadi awal dari proses grooming yang dialaminya.
Aurelie mengaku tak menyangka bukunya mendapat perhatian luas dari publik.
“Makasih banget buat semua yang udah reach out setelah baca bukuku #brokenstrings,” tambah Aurelie.
Buku tersebut berisi tentang bagaimana ia dimanipulasi dan dikontrol hingga akhirnya menjalani proses pemulihan.
“Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie.
Aurelie menambahkan, buku ini ditulis berdasarkan sudut pandangnya sebagai korban tanpa romantisasi.
Adapun buku ini dapat diperoleh secara gratis melalui tautan yang ia sematkan di media sosialnya.
Dalam bab awal buku tersebut, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Bobby, yang merupakan nama samaran.
Pertemuan yang terjadi di lokasi syuting itu menjadi awal dari proses grooming yang dialaminya.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)