Ketika Gus Irfan Kenakan Baju Loreng di Pembukaan Diklat PPIH Arab Saudi
January 12, 2026 06:18 AM

 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menceritakan soal mengapa memilih memakai baju loreng. 

Loreng ala militer Indonesia. 

Hal ini disampaikan Gus Irfan ketika membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).

Ia menceritakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menekankan fisik dan koordinasi.M

Sehingga, latihan militer bisa memperkuat koordinasi antara petugas dan fisik. 

"Baju ini saya cari-cari di lemari. Alhamdulillah ada satu loreng dari Retret kemarin. Celananya ini dari retret Hambalang," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya. 

Ia menyampaikan berdasarkan evaluasi haji 2025 lalu, banyak petugas bingung ketika bekerja di Arab Saudi karena tak paham tugas dan fungsinya. 

Utama Kepentingan Jemaah

Gus Irfan memperingatkan agar para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengutamakan kepentingan jemaah haji.

"Jangan kepikiran untuk nebeng haji, tetapi niatkan diri sebagai pelayan tamu Allah," kata Gus Irfan di hadapan 1.500 petugas haji 2026.

"InsyaAllah jika ada rezeki dan peluang kalian akan dapat ikut melaksanakan ibadah haji. Tapi ketika ada pilihan apakah harus menjalankan ritual haji dan melayani jemaah, sudah jelas tujuannya melayani jemaah," tambahnya. 

Gus Irfan yang mengenakan pakaian loreng saat membuka diklat juga mengatakan, petugas haji bukanlah pekerjaan biasa. Melainkan amanat negara, umat, serta keagamaan yang bertemu dalam satu tanggung jawab. 

Oleh karena itu, petugas yang terlibat di dalamnya tak cukup hanya niat baik, ia juga harus dibekali kompetensi integritas dan persiapan mental yang matang.

"Anda semua disiapkan secara fisik disiapkan disiplinnya, disiapkan pengetahuan tentang ibadah haji, disiapkan pengetahuannya tentang situasi di Arab Saudi, disiapkan peraturan-peraturan terkait dengan haji," kata dia.

Gus Irfan juga mengungkapkan, nantinya para petugas haji akan mendapatkan materi Bahasa Arab dasar. Hal ini, lanjut Gus Irfan, sangat penting karena akan sangat diperlukan selama menjalankan tugas di Arab Saudi.

"Di diklat, kami berikan pelatihan bahasa Arab dalam 20 hari, ini ditambah online berikutnya. Jadi, jika ada makanan datang enggak sesuai, tegur. Gimana tegurnya kalau enggak bisa Bahasa Arab?" katanya.

Gus Irfan pun berharap petugas yang mengikuti diklat bisa siap melayani jemaah dengan baik di Arab Saudi. 

Diketahui, pada tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar diklat bagi para petugas PPIH 2026 dengan pendekatan semi militer.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.