Panas El Clasico Meledak di Cirebon, Jakmania Nyaris Bentrok dengan Viking di GCM
January 12, 2026 08:11 AM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- El Clasico Indonesia tak hanya menyala di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Panasnya rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta nyaris meledak di jantung Kota Cirebon, tepatnya di kawasan Grage City Mall (GCM), Minggu (11/1/2026) petang.

Kerumunan yang awalnya larut dalam euforia nonton bareng mendadak berubah tegang.

Saat rombongan suporter Viking melintas di sekitar lokasi nobar yang dipadati ribuan Jakmania, suasana langsung memanas.

Dari atas Jalan Layang Pegambiran, sejumlah benda dilemparkan ke arah mereka

Dalam hitungan detik, massa Jakmania keluar dari area nobar dan berusaha mengejar rombongan yang melintas.

Riuh teriakan dan gerak massa yang berlarian menciptakan pemandangan yang jauh dari kata damai.

Baca juga: BREAKING NEWS: Persib Tutup Paruh Pertama Super League di Puncak Klasemen

Beberapa orang terlihat membawa benda panjang seperti tongkat atau bambu. 

Video amatir warga yang beredar di berbagai grup WhatsApp memperlihatkan kerumunan laki-laki muda berhamburan di jalanan, sebagian saling berteriak, sebagian lain berupaya menahan agar situasi tak makin memburuk.

Di tengah situasi yang kian tak terkendali, aparat kepolisian Polres Cirebon Kota bergerak cepat. 

Barisan petugas membentuk sekat, memukul mundur massa dan melakukan penyisiran di jalur-jalur yang dilintasi kedua kelompok suporter.

Upaya itu menjadi kunci, di mana potensi bentrokan terbuka berhasil diredam sebelum benar-benar pecah.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa sejak awal pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Pada sore ini kami melaksanakan pengamanan terhadap kegiatan nonton bersama Persib dan Persija. Perlu kami sampaikan, sejak awal kegiatan ini tidak mengantongi izin resmi. Namun karena adanya euforia suporter di jalan, kami mengantisipasi potensi provokasi dan benturan antarpendukung,” ujar Eko saat diwawancarai media, Minggu (11/1/2026) malam.

Menurut Eko, kepolisian tidak menghendaki adanya bentrokan antarsuporter dan telah menyiagakan personel hingga malam hari.

Baca juga: Rekor Bojan Hodak Makin Mentereng, Tambah Catatan Tak Pernah Kalah dari Persija

“Alhamdulillah, sampai saat ini situasi berjalan kondusif dan massa sudah berangsur membubarkan diri,” ucapnya.

Kapolres juga membenarkan bahwa ketegangan memang sempat terjadi.

Menurutnya, jumlah massa yang besar dan adanya potensi provokasi menjadi fokus utama pengamanan di lapangan.

Ia mengakui memang sempat terjadi ketegangan karena banyaknya massa dan potensi provokasi. 

Selain pengamanan di titik nobar, polisi melakukan penyisiran di sepanjang jalur yang dilintasi kedua kelompok suporter untuk mencegah bentrokan lanjutan.

Jaga Kondusivitas

Sebelumnya, komunitas lintas suporter Pasogati Cirebon sebelumnya telah memetakan titik-titik nobar agar basis pendukung tidak bertemu di satu lokasi.

Ketua Pasogati Cirebon, Muhammad Syarifudin alias Gopek, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas komunitas telah dilakukan beberapa hari sebelum laga.

“Semalam melakukan koordinasi rama tamah bersama perwakilan dari Jakmania Cirebon, Cirebon Relief Together, sama Bobotoh Kampus. Itu dihadiri juga sama Intel dari Polres Cirebon Kota, yang bertempat di rumah saya sendiri,” ujar Gopek. 

Sebagai perwakilan suporter tuan rumah, ia menekankan satu hal yaitu menjaga kondusivitas Cirebon sebelum, saat, dan setelah pertandingan.

“Harapan saya, teman-teman yang nobar di tanggal 11 nanti bisa jaga kondusivitas Cirebon. Mau itu berangkat maupun pulang, ataupun saat pertandingan,” katanya.

Ia juga menyoroti larangan konvoi yang kerap menjadi pemantik masalah.

“Kita imbau tidak ada konvoi, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Silakan rayakan sepak bola sebagaimana mestinya, tetap jaga Cirebon kita,” katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.